Chapter 32 (END)

2086 Words

Bima memutar-mutar gelas kopi yang ada di meja dengan tatapan kosong. Ah sepertinya tak hanya tatapannya yang kini kosong, namun juga hatinya. Sejak beberapa saat yang lalu ia benar-benar merasa ada yang hilang dari hidupnya. Beginikah rasanya kehilangan? Tiba-tiba Bima merasa menyesal tidak memiliki pengalaman cinta sama sekali sepanjang hidupnya yang membuat ia harus mengalami kehilangan untuk yang pertama kalinya dan sama sekali belum terbiasa dengan rasa itu hingga diam adalah satu-satunya hal yang dapat ia lakukan. Beruntung keberangkatannya menuju Australia mengalami delay beberapa waktu hingga ia bisa menenangkan pikiran terlebih dahulu. Bagaimanapun saat sedang melakukan flight pikirannya harus benar-benar tenang sebab begitu banyak nyawa yang bergantung padanya. Bima menghembuskan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD