Chapter 31

678 Words

“Udah siap sayang?” “Udah Papi.” Niko tersenyum gemas sembari mengacak-acak rambut putranya itu kemudian membawanya ke dalam gendongannya. Senang rasanya bisa mendengar Zidan memanggilnya dengan sebutan papi bukan ucle seperti yang pertama kali Zidan ucapkan saat mereka pertama kali bertemu dan saat untuk pertama kalinya Reina memperkenalkannya dirinya sebagai ayah dari Zidan. Mengingat bagaimana reaksi Zidan saat pertama kali ia tahu bahwa Niko lah ayahnya yang sesungguhnya membuat Niko tersenyum miris. Bahkan putranya itu menangis sejadi-jadinya karena mengetahui bahwa bukan pria bernama Bima itulah ayah kandungnya. Namun untungnya Zidan anak yang cerdas dan akhirnya mau menerima. Meskipun Niko harus tahan mendengar celotehan Zidan yang tak jauh-jauh tentang Bima. Ada perasaan cemburu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD