Chapter 22

1310 Words

Rosa tersenyum melihat Zidan yang sangat lahap memakan coklat yang ia berikan, sementara tangannya tak berhenti mengelus rambut Nana yang tertidur di pangkuannya. “Zidan,” panggil Rosa. Zidan beralih dari coklatnya pada Rosa. “Zidan sayang sama Daddy Bima?” Tanya Rosa. “Sayang, sayang banget Oma,” balas Zidan. Rosa kembali tersenyum mendengar balasan dari Zidan. Setelah coklatnya habis, Zidan merubah posisi duduknya makin mendekat pada Rosa.  “Oma,” panggil Zidan. “Iya sayang.” “Boleh gak Daddy Zidan bawa pulang sama Zidan?” tanya Zidan penuh harap. “Loh kenapa?” Tanya Rosa. Zidan tampak menunduk sejenak, namun sesaat kemudian ia kembali menatap wanita paruh baya yang ia panggil oma itu. “Semua teman-teman Zidan, Daddy nya tinggal sama mereka. Kan Daddy udah lama tinggal sama oma,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD