Chapter 23

2861 Words

“Makan siang dulu Rein.” Alya yang baru saja menutup laptopnya langsung menatap Reina yang masih asyik berkutat dengan lembaran-lembaran kertas gambarnya. Beberapa kali ia tampak meremas kertas itu dan memulai dengan kertas yang baru, mungkin karna hasilnya tak sesuai dengan yang diinginkan. “Bentar lagi deh mbak. Nanggung nih dikit lagi,” balas Reina menatap Alya sejenak kemudian kembali berkutat dengan kerjaannya. Alya menggeleng kecil sembari tersenyum melihat kegigihan gadis itu dalam bekerja. Ia makin yakin bahwa gadis itu sudah mampu membuat adiknya terpesona. Ia amat cantik dan kepribadiannya juga sungguh baik. Suara pintu yang terbuka membuat Alya mengalihkan pandangannya pada Reina menuju ambang pintu. Senyumnya merekah saat melihat siapa yang datang. Seseorang itu menghampiri A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD