Apa yang harus ku tunjukan?

1103 Words
mobil gaga keluar dari bagasinya, aku dan ibu gaga duduk berdampingan dan gaga duduk sendiri sambil menyetiri kami, gaga tidak protes mungkin dipikirannya ibu harus lebih sering mengobrol untuk menghilangkan kesedihannya. jadi mau tidak mau gaga harus duduk sendiri sambil menyetir mobil. mobil panji sudah keluar dari gang disusul mobil sanak keluarganya yang laib mobil gaga di posisi paling akhir gaga hanya menuturi mobil yang ada di depannya tanpa tahu dimana pernikahan panji di gelar. kami asik bercerita sesekali tertawa kami sangat menikmati semua obrolan dari A sampai Z sekalipun. ibu gaga bisa mengikuti obrolan aku dan gaga tentang perkuliahan tentang tugas kuliah tentang demo dll. dilihat dari ujung samapi ujung ibu gaga sangat sempurna. pemikirannya luas tak terbatas nada bicaranya sangat menenangkan beliau benar-benar asik diajak ngobrol apa saja. "mas gaga, kamu kapan nyusul panji. eh kalau menurut ibu nikah itu harus matang segalanya bukan cuma karena cantik dan cinta mas langsung lamar anak orang gitu aja" kata ibu gaga "lah ibu tiba-tiba kenapa nanya gitu?" "pokoknya jangan buru buru ya ndok" katanya sambil menepuk punggung tangan ku "iya buk" kataku di ikuti gaga "buk kalau nikah sama orang deket boleh ngga?" tanya gaga "siapa mas? alma. gpp ibu malah seneng mas kalau jadi sama alma soalnya ibu tau semua tentang alma. baiknya sopan santunnya semuanya" aku terdiam mendengar pernyataan ibu gaga. mengoreksi diri yang sudah banyak minus ini. bagian bagian yang seharusnya dijaga olehku tapi sudah terllau candu jika tidak melakukannya. bagaimana jika ibu gaga tau bahwa aku pernah bahkan sering melakukan hubungan suami istri dengan panji anak tetangganya. bagaimana jika gaga tau orang yang dia pikir baik baik saja ternyata sudah menghancurkan dirinya sendiri. ah sial aku tidak tahu apa yang akan mereka pikirkan jika mengetahui bahwa aku sudah separah ini dalam bergaul. "ko ibu bisa langsung mikir ke alma?" tanyanya "temen kamu ya cuna alma tok" katanya aku terdiam melihat ke arah lainnya. "doain aja bu, semoga ada jalan menuju roma" tambah gaga aku tersenyum getir memandangi jalan di luar jendela mobil gaga. senang namun sedih juga. kenapa baru bertemu dengan gaga hari ini kenapa tidak dulu sebelum aku melakukan aktifitas s*x dengan panji. aku merasa aku ini kotor karena tidak bisa menjaga diriku. apalagi orang yang membuat candu adalah teman ku sendiri teman yang juga mengenal gaga dengan baik. "maaa, are you oke?" tanya gaga aku tersenyum ke arah gaga. "maaa, aku kontrak lo selama 6 hari kedepan ya" "eh gimana ga?" tanyaku "iyaaa gue mau abisin waktu gue sama lo full" kata gaga "waaah seneng sekali aku" kataku "aku mau tembus semua waktu yang hilang pas aku ga ada kabar ke kamu yaaa" tambah gaga aku mengangguk, dan gaga kembali menyetir mobilnya. kami hening sejenak sebelum akhirnya kami sampai di tempat tujuan. jantungku mulai berdebar kencang. ibu gaga langsung turun dan bergegas menyerobot kerumunan untuk berdiri didekat ibu panji. aku mempersiapkan diri sengaja turun aga lama untuk memposisikan diri paling akhir rombongan. gaga menunggu di luar mobilnya. "nunggu aku?" tanyaku "iya" jawabnya "kita mau ke baris paling depan atau gimana?" tanyanya "paling belakang aja, gue mau santai sama lo" kataku gaga mengiyakan ajakan ku, padahal jujur aku hanya tidak ingin mendengar ijab kabul panji atau mungkin melihat panji bersebelahan dengan pengantin wanitanya. bukan aku benci tapi memang tidak ingin. padahal seharusnya aku bersyukur sebab panji yang membuat gaga hari ini berdiri di sampingku. gaga berada di samping kana ku, tumbuhnya yang tinggi dan kulitnya yang putih membuat semua orang berfikir bahwa dia sangat tampan padahal dia mengenakan masker hitam dan kacamata andalannya. "kaki lo ga capek" tanyanya "capek sih ngga, tapi sakit" kataku "ga usah make hak tinggi lagi ya. lo pake sneaker aja gpp ga bakalan ada yang ledek" katanya "iyah" kataku "mau pegangan ngga?" tanyanya lagi "ngga usah" kataku gaga mungkin ingin membuat aku lebih nyaman namun jika aku sampai menyentuh tubuhnya lagi aku semakin tambah berdebar. dari pihak mempelai wanita beberapa perempuan seumuran aku berdiri menyambut tamu datang. aku 2 langkah dibelakang gaga. sekilas terdengar di telinga mereka membicarakan gaga. kalau tidak salah dengar kurang lebih seperti ini. "anjier siapa ini, ganteng banget" "keren sih maksudnya?" "temennya panji deh keknya" "itu yang dibelakang apa pacarnya ya?" "sialan" katanya aku tersenyum getir. gaga berhenti aku menubruknya dari belakang. "lama jalannya" katanya "iya maaf" kataku gaga mengandeng tanganku, dia membuat diriku kini sejajar dengannya. panji yang sudah duduk di tempat akad wajahnya terlihat pucat dia melihat keseluruh ruangan aku tidak tahu dia sedang mencari siapa hanya saja aku dengan percaya diri dia mencariku. gaga menarik aku duduk di paling samping. dan aku ditemukan oleh mata panji dia mengekori aku dan gaga yang berjalan kearah kanan gedung. matanya menatapku tanpa berkedip dia menundukkan kepala lalu kembali melihat kearah depan sesekali dia melirik kearah ku. aku melihat panji penuh beban sesak hatiku mulai terasa didalam d**a mataku sedikit terasa panas, badanku penuh dengan keringat. untung gaga tidak menyadarinya. "saya terima nikah dan kawinnya laras diana dewi Binti Ahmad edi dengan maskawin tersebut dibayar kontan" "SAH" ucap semua orang yang berada disanah aku reflek berdiri kemudian berjalan keluar dari gedung, sesak didalam d**a tidak bisa lagi di bendung aku sejenak ingin menangis namun tertahan karena ada gaga disamping ku. gaga tidak menyadari kepergian ku. aku langsung berlari ke WC yang ada di gedung tersebut. berpura-pura pipis padahal aku cuma ingin menangis sejenak disanah. aku segera mengirimi pesan kepada gaga. mengatakan bahwa aku ingin pipis dan langsung ke WC aku ingin gaga menjemput ku di WC dengan alasan bahwa di depan banyak lelaki. dan gaga mengiyakan keinginanku. satu pesan masuk di ponselku. "aku di depan wc" katanya aku kembali melihat diriku didalam cermin mataku aga memerah bagaimana cara agar segera tersamar namun sulit sekali untuk disamarkan setelah merapih kan diri aku segera keluar dari WC. "ayo ga?" kataku aku mencoba membuat suaraku terdengar biasa saja "lo abis nangis ma, gue juga sedih sih tapi bahagia akhirnya panji nemuin belahan jiwanya" aku tersenyum masam. "wajar sih kan kita temenan udah dari lama" kata gaga menambahkan "sini dipeluk dulu" katanya gaga menarik diriku dalam pelukannya. sialan aku menangis dalam pelukan gaga. rasanya sakit tak tertahan menjelma dalam d**a. gaga tidka berbicara sepatah katapun. dia hanya mengelus punggungku. sampai akhirnya aku melepas pelukannya. "aku jelek banget yaaa?" tanyaku "ngga kamu cantik dalam keadaan apapun" kata gaga aku menyeka air matakku, tapi gaga lebih dulu menghapus air mataku dari pipiku. "jangan nangis lagi ya cantik, masih ada aku" katanya aku kembali tersenyum getir. gaga tidak tahu apa yang sudah kulewati dengan panji. banyak hal dan banyak moment sehingga aku sendiri tidak bisa berhenti memikirkan apa yang nantinya harus aku lakukan jika bertemu panji lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD