"kamu tidur dirumah ya" tanyanya lagi
aku terdiam sejenak
"kamu tidur di rumahku saja" kataku
"tidur dalam satu ruang?" tanyanya
"boleh, dirumah ku, cuma ada aku" kataku
"aku ingin mengobrol sampai pagi dengan mu" katanya
"dan aku juga"
"tunggu aku pamit ibu ku dulu.
gaga masuk kedalam rumahnya, waktu menunjukan pukul 11.45 menit.
bagaimana jika panji sudah tiba di rumah ku lebih dulu. apa yang akan mereka katakan saat bertemu.
tanpa pikir panjang aku membalas w******p panji dengan mengatakan bahwa aku masih di apartemen.
aku jam 12 kesitu.
waktu sudah menunjukan pukul 12.00 gaga sudah bersiap akan meninggalkan rumahnya namun aku berdalih ingin minum dahulu. tanpa pikir panjang aku langsung masuk kedalam rumah gaga mengambil minum di dapur. saat akan kembali gaga menyapa seseorang dari balik gerbang aku terdiam seolah tak bernafas bersembunyi dibalik gorden berharap keberadaan ku tidak diketahui oleh siapapun.
"selamat ya ji, ngeduluin lo a***y sekali" kata gaga yang terdengar sedikit samar
"iya ga, lo balik kapan? besok wajib ikut nemenin gue akad yaaa" jatanya
" iyah ji, abis dari mana ji?" tanyanya
"nyari warung gue pengen minum sprit banget" katanya
"oh gitu"
"lo lagi ngapain?" tanya Panji
"gue baru sampe baru mau nutup gerbang, eh lo lewat" katanya
aku tahu gaga berbohong dan panji juga berbohong.
"si alma kemana dah, lampu rumahnya ?mati" tanya panji
"emang dia ga ada dirumah? udah tidur kali coba di panggil" pinta gaga
"ah biarin kasian udah malem" katanya
"yaudah ga, gue pamit balik" sambung panji
gaga mempersilahkan panji untuk pergi, aku masih terdiam di balik jendela jantungku berdetak kencang muka ku terasa panas bahkan mataku tiba-tiba memerah. gaga mencari ku dan dia terkejut melihat aku berdiri mematung di balik jendela.
gaga memelukku. aku meneteskan air mata yang sedari tadi ku bendung.
"jangan khawatir panji ga akan tahu tentang kita" kata gaga
aku mengangguk gaga melepaskan pelukannya. hayu ke rumah mu. mumpung bapak-bapak ada di gang sebelah
kami berjelan mengendap -endap berharap suara langkah kami tetap hening seperti perasaanku terhadapnya.
sunyi bahkan yang ku cintai tidak mengetahui bahwa aku mencintainya.
aku segera membuka pintu berjalan masuk lalu di susul gaga yang tepat berada di belakang ku.
"aku cuci kaki dulu" kataku
gagal mengikuti ku sampai ke kamar mandi namun langkahnya terhenti saat melihat album foto masa kecil kami.
"kenapa ya waktu cepat berlalu" katanya
aku yang mendengar samar hanya bergumam.
tidak lama kemudian gaga masuk kedalam kamar mandi dan membasuh kakinya.
"ma, kapan terakhir lo tidur di rumah"
"ngga inget, minggu lalu mungkin" kataku
"kenapa?" tanyanya
"rumah ini rasanya ga sama lagi kaya dulu, lo tau itu ga. gue sepi gue sendiri ga" kataku
gaga memelukku lagi dari belakang. dia menyenderkan kepalanya di pundak ku.
"maaf tidak bisa membersamai mu" katanya
akku terdiam, mataku tiba-tiba terasa panas dan berair.
"jangan terlihat menyedihkan ya ma, aju benci karena aju ga bisa ada di samping lo" katanya
dan aku menangis dalam pelukan gaga, gaga memelukku dengan erat dan semakin erat. jantungku berdebar air mata ku tumpah dan aku tidak bisa lagi menahan suaraku, aku ingin menangis kencang dan sangat kencang gaga membalikan badanku dia mendekap diriku di dadanya.
aku menangis bersuara namun d**a gaga menahan tangis ku. gagal mengelus rambutku dia tidak bersuara hanya memelukku dan menenangkan ku dengan sentuhannya.
"aku ga pernah ninggalin lo" katanya
aku melepas pelukannya. gaga melihatku dan kemudian menghapus sisa air mata yang tertinggal di pipiku.
"terimakasih banyak-banyak ga" kataku
gaga tersenyum. kami saling tatap. gaga melayangkan ciuman di bibirku, aku sempat terdiam namun untuk kali kedua kami benar-benar berciuman. gaga mencium lembut bibirku. kami berhenti berciuman dan tiba-tiba udara di sana berubah menjadi kikuk, kami tidak berani saling tatap hanya memanggil nama, namun mata kami melihat kearah lainnya. gaga menyuruhku untuk naik ke tempat tidur, lampu dikamar masih gelap hanya lampu meja yang gaga nyalakan, kami berbaring di tempat tidur yang sering sekali, aku pakai untuk melakukan hubungan suami istri dengan panji, mungkin bau keringat aku dan panji tertinggal di seprei, dan bantal yang hari ini gaga pakai. aku merasa seperti gadis nakal meniduri lelaki yang berbeda, di kamar yang sama. namun aku dan gaga tidak melakukan apapun, kami hanya mengobrol dan berbincang. tapi tidak tahu jika salah satu diantara kami terbawa suasana untuk melakukan hubungan lebih dari ini.
"lo udah ngantuk?"tanyanya
"jam berapa ga?" tanya ku balik
"jam 1 lewat 5 menit" katanya
"mau ngobrol" tanyaku
"boleh" katanya
"ga arep you oke?" tanyaku
"lo pasti tau gue ga lagi baik-baik aja" katanya
"tapi gue ga tau kenapa lo skrang lagi ada di posisi begini"
"ma lo inget, dulu pas lo minta gue nemenin nge gap bokap lo selingkuh?"
"iya inget"
"gue liat lo patah banget, lo hancur dan gue ngerasa kalau gue ga mau liat orang yang gue sayang ngalamin kaya gini lagi" katanya
"bapak lo?....
belum sempat aku melanjutkan pembicaraan gaga langsung menyelaku
"bokap gue selingkuh, tepat 4 bulan yang lalu, alasan gue ga pernah bales chat lo chat nyokap gue karena gue ngerasa bersalah ga bisa melakukan apapun" katanya
"gue mau ibu gue cerai sama bokap gue, biar dia ga sepatah ini. gue pengen cepet lulus, cepet kerja biar bisa nafkahi ibu gue. maaa gue patah maa, gue sakit, gue hancur ma" tambahnya
aku menggeser tubuhku mendekat ke gaga, aku memeluk gaga dengan erat, dia meniti kan air mata. entah mengapa aku merasa sesak, dan aku tidak tahan melihat gaga menangis seperti ini, rasanya baru ini melihat orang yang paling kuat dan paling tegar menangis lemah dihadapan ku. aku tidak kuasa, aku mengusap air matanya menggenggam tangannya dan kemudian memeluknya lagi.
"aku disini ga, jangan pernah merasa kamu sendiri. aku ga pernah pergi ninggalin kamu" kataku
gaga masih menangis, suaranya ia tahan mungkin pikirnya tidak ingin tetangga mendengar tangisannya, kemudian menjadi bumerang bagi kami berdua.
"gue waktu itu langsung negor bokap gue, lo tau dia ngomong apa?"
"lo itu ga guna, dari awal ayah bilang jadi TNI jangan jadi mahasiswa kalau jadi TNI apalagi perwira ayah bakalan bangga dan ayah bakalan bisa pamerin ke temen temen ayah" katanya
aku yang mendengar cerita dari gaga ikut merasakan sesak didalam hati, entah bagaimana dengan gaga yang mendengar ini langsung dari orang yang selama ini dia banggakan. gaga menari nafas sebelum akhirnya melanjutkan ceritanya.
"ibu gue sebenernya udah tau bokap gue selingkuh tapi dia diem aja ma, siapa yang ga patah ma. gue patah ma" katanya lagi
"gaaa, gapapa biarin bokap lo dapet karma nya. ada ga ada dia lo harus bisa selesaikan kuliah lo dan pulang kesini temenin ibu, buat dia bangga karena masih punya anak yang sehebat lo" kataku
"mungkin ibu kesepian ya ma"
"pasti ga, tapi gapapa dia mau liat lo sukses" kataku
"doain gue, bulan depan gue sidang, wisuda nanti lo harus dateng temenin gue ya" katanya
aku hanya mengangguk, gaga terdiam sejenak.
"tidur ma besok kita ngiring manten" katanya
aku hanya bergumam. gaga tiba-tiba mencium kening ku, aku hanya tersenyum.
"selamat malam ga" kataku
"selamat tidur maaa" katanya
aku tertidur dengan gaga di sampingku, irama jantungku masih tak seirama namun, aku mencoba tenang dihadapannya.
gaaaa terimakasih telah lahir di dunia.
kataku sambil menutup mataku.
Keesokan harinya gaga sudah bersiap ikut rombongan pengantin, dia mengeluarkan mobil putih brio nya. ibu gaga ikut dan aku juga. sudah jelas aku pasti akan ikut bersama mobil gaga. tidak mungkin bukan ikut di mobil panji, lagi pula mobil itu penuh kenangan yang tidak bisa diungkapkan. tentang malam dingin menusuk kulit dan tentang sebuah rintihan yang terlanjur membuat aku ketagihan.