Magang

1016 Words
setelah kepulangan dari bogor, seminggu kemudian. aku diberitahu panji, untuk datang ke perusahaannya. dia mengajukan jadwal bertemu dengan HRD di kantornya. aku menaiki mobil yang sama dengan panji, bukan kebetulan tapi memang kami lebih sering menghabiskan waktu di apartemen, yang panji beli sebelumnya. jika panji memutuskan untuk menginap dirumahnya, maka aku juga memutuskan untuk menginap di rumahku. alasannya agar kami tetap bisa terhubung, curi curi waktu disela sela kehidupan normal panji. seperti malam minggu kemarin, panji memutuskan untuk standby di rumah nya dan aku pun memilih tidur di rumahku tak ku sangka tengah malam sekitar jam 1 malam, saat semua lelap dalam tidur panji menggedor pintu rumahku. aku yang sudah terlelap pun harus terbangun dan kaget saat panji tiba-tiba berdiri tepat depan pintu, dengan mata yang tajam menatapi tubuhku dari bawah hingga atas. panji masuk kedalam rumahku, sambil melucuti baju ku satu persatu. panji malam itu benar-benar liar, aku hanya bisa pasrah menerima segala sentuhan sentuhan panji yang lebih agresif dari biasanya. dia mencium leherku dan menjilati tubuhku, ritme panji yang sangat cepat dan mulai melunak saat aku mengambil alih permainan. aku memaksa panji untuk memelankan tempo permainan ku, mendorong panji untuk duduk di sofa rumahku, aku membuka baju panji satu persatu,aku yang mendominasi permainan ini, sengaja aku yang memulai, lagipula aku ingin mencoba membuat Panji merasa kenikmatan. aku menatap ke wajah panji, matanya ia tutup dengan tangan, aku tahu panji merasa sangat menikmati permainanku. aku berhenti untuk bermain dengan tubuh Panji. namun Panji membawa aku kedalam pelukannya, dia kembali mengambil alih permainan. . "ma, enak"kata panji sembari masih menggoyangkan pantatnya "ah ah " kataku . "maaa, jangan terlalu cepat" katanya lagi dia benar benar menikmati permainan ini dan aku menikmatinya juga. aku mengangguk "aku keluar ya" panji menyelesaikan segalanya dalam pelukanku dia memelukku erat. "lo candu ma" katanya malam itu ditutup dengan panji yang berkeringat basah, untung baju yang dia kenakan sudah dilepas, jika tidak aku takut keluarganya curiga dengan aktifitas kita yang tidak biasa. panji mandi sekilas, sampai akhirnya dia kembali pulang kerumahnya. sebelum pulang panji menyempatkan memelukku lagi, dan lalu mencium kening serta bibirku. malam itu benar benar malam menegangkan, kami sampai lupa dengan segalanya, lupa bahwa kami berada di lingkungan yang seharusnya kami, bisa menahan hasrat kami untuk tidak melakukan hal yang seharusnya, tidak kami lakukan, tapi ternyata tidak bisa panji terlalu bernafsu tiap kami bertemu. "ayo masuk udah sampai" suara panji membuyar lamunanku "satu hal ma, lo jangan sampai ke goda sama bos gue dia ganteng, berwibawa tapi di udah nikah" katanya "apa sih ji, kaga?" kataku "gue serius" katanya aku masuk kedalam kantor panji langsung naik ke lantai 4. bos yang tadi dibicarakan panji benar-benar diluar ekspektasi bahkan lebih. dia bukan hanya ganteng dan berwibawa tapi dia sempurna. tapi tunggu gaga lebih dari segalanya. "pak ini alma yang waktu itu saya ceritakan mau magang" kata panji "silahkan duduk" katanya aku duduk di sofa tempat kerja pak juan. iyah direktur yang saya lihat namanya Juansyah cristie Apriliana wajah dan namanya sudah sangat cocok. mataku belum berkedip dari pertama melihatnya. "kuliah di universitas bangsa ya? jurusan akuntasi?" "iya pak" "kamu bisa bantu bantu bagian pendanaan, atau bantu bantu langsung ke pak panji, gapapa dia bawahan saya yang paling rajin dan jujur" katanya "gimana pak panji" tanyanya "baik pak nanti saya bimbing" kata panji "yasudah silahkan berkasnya simpan disini ya" panji izin keluar ruangan pak juan, dan mengajak aku masuk kedalam ruangannya, kaget ternyata ruangan panji lebih besar dari perkiraan ku, dan bahkan panji mempunyai asisten pribadi sendiri, yang biasa untuk diajak kemana panji pergi, asisten panji perkiraan berumur 32 tahun, namun terlihat masih cantik dan menggoda. sialan otak ku tidak waras aku yakin di dalam ruangan 4x4 meter ini panji dan asistennya, pernah melakukan hubungan m***m. sialan otak ku. "ga usah mikir aneh2 gue tau lo mikir apa,pasti hal apa aja yang bisa gue lakuin di ruangan ini kan." katanya gue tersenyum "selain sama lo, gue belum pernah ngelakuin apapun sama orang yang bukan status pacar gue" tambahnya lagi "iya iya" kataku "alma minum apa?" tanyanya "air mineral saja" kataku "lo jadi asisten gue ya, asisten gue mau pulang kampung, dia ada urusan di kampungnya dan ga tau bakalan balik kapan bos udah acc" katanya "hah gue cuma sebulan di sini abis itu gue balik beresin kuliah gue" kataku "gapapa kan nanti lulus lo harus bisa masuk sini" katanya "gue tau pikiran lo ji" panji tersenyum sinis, dia duduk di atas mejanya kaki kiri sebagai tumpuan. "kantor lo aman?" tanyaku "aman ga ada cctv dan kedap suara?" katanya "hah?" "iyaaaa kita aman, kalau kita main disini" katanya "ogah ah" kataku "gue punya gaya baru lo pasti bakalan ketagihan" aku tertawa, bahasa aku dan panji semakin hari semakin menjurus ke hal hal ini, alasannya? ya tidak ada alasan kami memang tertarik secara fisik. "mau coba adrenalin yang wah ga?" katanya "ML di kantor pas lagi rame" katanya aku terdiam otakku melayang jauh menembus cakrawala. wah kami belum pernah melakukan hubungan semacam ini, ditempat umum bagaimana rasanya berburu nikmat sembari memantau takut ada yang melihat. "mau coba?" tanyaku "boleh" katanya panji berjalan menuju pintu, dia mencoba memeriksa keadaan tanpa membukanya, dia berdiri di balik pintu sembari mendengar dengan seksama, ada yang mendekat atau tidak. kebetulan asisten nya baru saja pamit pergi kepada pak juan, beberapa waktu yang lalu, saat aku dan panji baru sampai, jadi meja kerja asisten panji kosong. "15 menit" kata panji "kurang" kataku "gue yakin, gue juga ga bakalan puas tapi kita coba adrenalin ini" katanya aku mengerutkan kening ku. panji perlahan mendekat kearah ku, yang sedang duduk di bangku asisten panji. dia melumat bibirku dengan cepat. tangan kanannya mencoba meraba - raba tubuh ku, aku hanay pasrah, membiarkan Panji bermain sesuka hatinya. "pak panji saya boleh masuk" ucap salah satu karyawan, dari balik pintu ruangan Panji seketika aktifitas kami terhenti. aku merapihkan baju dan rok ku. panji duduk di bangkunya. kerah bajunya dia benarkan. panji menghela nafas panjang, aku mencoba membenarkan pita suaraku. "iya masuk" katanya wanita itu masuk membawa beberapa berkas. "terimakasih" kata panji wanita itu keluar dari ruangan panji , kami saling tatap lalu tersenyum kemudian tertawa terbahak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD