Episode 15

1341 Words

Malam-malam, semuanya berkumpul di lapangan kecil di sekitar sana, sambil menikmati api unggun yang dibuat oleh tentara di sana.  Okta tengah memberi hiburan ke anak-anak yang ada di pengungsian itu, beberapa game yang bisa membuat semuanya tertawa lepas.  Melihat sisi Okta yang seperti itu, membuat Chacha tersenyum sendiri. Chacha tidak menyangka orang seperti Okta juga menyukai seorang anak kecil.  “Senyuman lu ke Okta mengandung arti lain, tuh,” sindir Lita melihat Chacha. “Apaan sih lu,” kekeh Chacha. “Gue lihat Okta serius sama lu, Cha,” ujar Lita membuat Chacha menengok. “Gue juga merasakannya, Lita. Tapi gue belum mau menyimpulkan kalau gue juga menyukainya. Gue terlalu takut,” ujar Chacha. “Kenapa?” tanya Lita. “Dari dulu  gue yang selalu mencintai tanpa pernah dicintai. Dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD