Bab 30 Tabur dan Tuai

2059 Words

"Kamu sudah sarapan?" Seraphina berdiri di ambang pintu dapur ketika Alessa masuk dengan koper kecil yang masih ia seret dari parkiran, mengenakan setelan perjalanan yang sudah dia kenakan selama dua belas jam perjalanan dari Deli Raya. Ia memilih menggunakan penerbangan terakhir karena penerbangan pagi dan siang sudah penuh dan ia tidak mau menunggu sampai besok. "Baru sampai, Ma." Alessa meletakkan kopernya di sudut. "Belum sempat makan." "Duduk." Seraphina sudah kembali ke kompor sebelum kalimat itu selesai. "Mama panaskan dulu." Alessa duduk di kursi meja makan dengan cara seseorang yang sudah berjalan terlalu jauh dan akhirnya menemukan permukaan yang solid untuk beristirahat. Di luar jendela dapur, J-City pagi itu berwarna putih keabuan, cuaca yang belum memutuskan mau jadi apa h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD