Pagi itu berjalan lebih lambat dari biasanya. Alessa duduk di kursi penumpang, menatap keluar jendela mobil saat kota mulai sibuk dengan ritmenya yang tak pernah benar-benar berhenti. Di sampingnya, Seraphina duduk tenang, tangannya terlipat di pangkuan, sesekali menarik napas dalam seperti seseorang yang sedang mempersiapkan dirinya untuk sesuatu yang tidak terlalu ia sukai namun harus tetap dilakukan. Rumah sakit selalu punya suasana yang sama, tak peduli seberapa sering seseorang datang. Bau antiseptik yang khas, langkah kaki yang tergesa, dan percakapan yang selalu setengah ditahan. Alessa turun dari mobil, berjalan di sisi ibunya dengan langkah yang disesuaikan, tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat. Ia sudah terbiasa menemani kontrol seperti ini, namun hari itu terasa sedikit be
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


