Serangan

1224 Words

“Ikut aku!” ucap Arman dingin. Satu tangannya terulur ke belakang punggungku, tanpa menyentuh. Kemudian sebelah tangannya lagi ia bentangkan untuk menghalau wartawan agar tak mendekat. “Ayo!” Aku menatap Pak Wira sesaat. Kulihat ia mengangguk, seolah memberiku ijin untuk pergi. Pandanganku lalu beralih pada Galang yang hanya balas menatapku tajam. “Saya pergi Pak,” ujarku tanpa suara. Kuharap ia memahami dari gerakan mulutku. “Tadi aku kebetulan lewat dan kulihat mobil kantormu.” Arman membuka obrolan setelah sekian lamanya kami saling diam di atas mobil yang melaju di jalanan. “Hem.” Aku hanya menjawab pendek. “Kulihat banyak orang seperti wartawan yang berkerumun, makanya aku datang.” “Terimakasih,” jawabku datar. Pikiranku masih terus tertuju pada Galang. Apa yang terjadi padanya s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD