Gosip

1443 Words

Tanpa mengajak Rania aku berangkat ke rumah sakit dengan mengendarai motor Arman yang ada di rumah Mama. Awalnya Rania merengek ingin ikut. Namun, setelah kuiming-imingi oleh-oleh cokelat, dia setuju di rumah saja bersama Bi Inah. Kasihan kalau malam-malam begini harus ikut aku berkendara naik motor. Sebelum masuk ke rumah sakit, aku mampir dulu ke minimarket depan membeli beberapa makanan buat Arman. Roti, mie instant cup, kopi, dan beberapa buah segar. “Naik apa?” tanya Arman ketika aku sudah sampai di kamar Mama. “Motor. Pinjam motormu, ya.” “Kenapa nggak naik taksi saja, sih?” “Memang kenapa kalau naik motor? Kan, biar gampang wara-wirinya. Siapa tahu kamu butuh sesuatu. Lagian boros, ih, naik taksi terus.” “Pakai jaket nggak?” “Nggak, jaketku di rumah.” “Bandel banget, sih. Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD