Percaya Padaku

1451 Words

Hari ini aku berangkat kantor dengan setengah hati setelah kejadian kemarin. Setengah hatiku enggan karena masih canggung bila harus bertemu Galang. Setengah hati lagi aku sungguh ingin tahu keadaannya. Aku tiba dua jam sebelum kafe buka dan kulihat Fabian sudah ada di sana. “Hai, Fabian!” Aku menghampirinya. “Mbak Nadia.” Ia balas tersenyum ramah padaku. “Pak Wira meminta saya datang, Mbak,” katanya. Saat kutunjukkan video Fabian sedang demo memainkan gitar dan bernyanyi, kulihat Pak Wira memang cukup antusias. “Baguslah. Aku senang kalau kau bergabung di kafé ini.” “Terimakasih, Mbak.” “Bagaimana kalau satu lagu sambil menunggu Pak Wira?” usulku. “Oh, boleh.” Ia mengambil gitarnya. “Sekalian latihan. Mbak mau saya mainkan lagu apa?” Aku berpikir sejenak. “Fiersa Besari gimana? C

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD