POV Arman Sebuah benda mungil terjatuh dari lemariku ketika aku hendak mengambil baju. Aku memungutnya. Kotak kecil merah dengan cincin berwarna perak di dalamnya melemparkan ingatanku pada masa-masa menjelang kelulusan SMA. “Kamu mau beli apaan, sih, Do?” tanyaku pada Aldo yang melangkah masuk ke toko pernak-pernik. Merasa aneh saja dua orang laki-laki masuk ke toko seperti ini. “Aku mau cari kado buat Rena.” Aldo menyebut nama pacarnya. “Rena ultah?” Pertanyaanku dijawab dengan gelengan kepala Aldo. “Kita, kan, udah mau lulusan SMA, belum tentu bisa kuliah di tempat yang sama. Jadi aku mau kasih kado buat Rena.” Aku mengangguk tanda mengerti. Seumur-umur belum pernah aku memberi kado pada perempuan, kecuali Mama. Mau memberikan pada siapa? Pacar aku tak punya, sahabat pun, laki-lak

