Hari ini Kai tidak pergi ke kantor, dia sudah berjanji dengan ayahnya untuk pergi ke suatu tempat. "Kai apa kamu sudah siap?" ujar Reky bertanya kepada Kai.
"Ya Ayah aku sudah siap, tapi kemana kita akan pergi!"
"Kita akan ke Sancang!" ucap Reky.
"Siap yah", biar aku yang membawa mobilnya", Kai kembali berkata.
7 Jam perjalanan dengan menggunakan mobil, akhirnya Kai disuguhkan dengan jalan satu arah yang di kanan dan kirinya hutan.
"Apa kita tidak salah jalan yah?" tanya Kai.
"Ini sudah betul Kai, di akhir jalan kita akan menemukan sebuah rumah kecil terbuat dari kayu!" Reky menjelaskan.
Tepat jam 7 malam akhirnya mereka tiba di sebuah rumah kecil tersebut.
Disana mereka langsung di sambut oleh seorang kakek tua dengan rambut yang sudah sangat putih.
"Kai, Reky akhirnya kalian datang!" sapa kakek tua tersebut sambil tersenyum ramah.
Reky langsung mencium tangan kakek diikuti Kai.
"Kamu sudah sangat besar dan kuat Kai!" kakek itu menepuk-nepuk punggung Kai.
Rumah itu begitu sederhana, Kai sangat bingung, entah kenapa ayahnya membawa dia kesini.
"Kai, aku telah lama tinggal disini dan akhirnya tugasku selesai setelah aku memberikanmu semua ilmu yang aku miliki!" ujar kakek.
"Kenapa harus aku?" tanya Kai bingung.
"Karena ini memang sudah takdir kamu Kai, kamu akan menghadapi segala semua tantangan di dunia ini dan tentu saja itu tidak mudah, butuh kekuatan, waktu dan pengorbanan!" jelas sang kakek.
Reky hanya menunduk, dia tau jika waktunya telah tiba.
"Kujang kembar adalah pusaka terkuat di muka bumi ini dan orang yang bisa menguasainya menurut ramalanku adalah kamu Kai!" kakek itu kembali berkata.
Tiba-tiba saja sepasang kujang berwarna hitam dan putih sudah berada di tangan sang kakek, kujang tersebut terlihat sudah sangat tua, namun kekuatannya tidak akan pernah kalah dengan seluruh pusaka yang ada di muka bumi ini.
"Kai saya harap kamu menerima, mempelajari dan menguasai kujang kembar ini, ini akan menjadi sumber kekuatanmu dalam melawan segala kejahatan di muka bumi ini!" ujar Kakek. Sambil memberikan kujang kembar tersebut kepada Kai.
Kai hanya terpaku dia tidak menyangka jika tugasnya bukan hanya untuk membalaskan dendam keluarganya kepada Rudy tapi juga harus membasmi segala kejahatan di dunia ini.
"Tapi apakah kakek yakin, apakah aku akan bisa kek", tanya Kai setengah tidak percaya.
"Aku yakin nak, aku yakin kamu bisa "
Kai akhirnya menerima kujang tersebut dan berpamitan kepada kakek.
"Setelah kalian pergi, kalian jangan pernah menoleh ke belakang " ujar kakek tersebut sambil tertawa.
Kai dan Reky pun kembali pulang melewati jalan kecil tersebut. Kai yang penasaran akhirnya menengok ke belakang. alangkah terkejutnya dia dibelakang tidak ada rumah, tidak ada kakek itu lagi , yang ada hanya pohon beringin besar.
"Ayah ayah kenapa di belakang hanya ada pohon besar?" ujar Kai kaget dan berteriak panik.
Reky hanya tertawa melihat tingkah Kai, akhirnya Reky pun bercerita. Bahwa dahulu dia yang mempunyai kujang kembar tersebut, kujang itu adalah peninggalan dari sesepuhnya yang tak lain adalah kakek Kai sendiri. Kujang tersebut di titipkan kepada siluman macan putih, karena selalu menjadi ancaman untuk keluarga Reky, Rudy yang tidak lain adalah adik dari Reky sangat menggilai kujang tersebut, dia berniat untuk menjadi penguasa seluruh ini.
Akhirnya kujang tersebut dia titipkan agar tidak ada orang yang mampu menjangkaunya, apalagi ini adalah kerajaan dari siluman macan putih yang sangat kuat, sehingga Rudy pun tidak pernah menemukan kujang kembar ini.
"Kai, ayah harap kamu bisa menjaga dan mempergunakan kujang tersebut sebaik mungkin!" ujar Reky mengingatkan.
"Baiklah Ayah, aku akan pergunakan kujang ini jika sedang dalam keadaan yang berbahaya saja", Kai berkata.
Kujang kembar tersebut akhirnya berada di tangan yang benar, dunia akan berubah sebentar lagi ... Ya sebentar lagi!