Mengumpulkan kekuatan

531 Words
Pagi ini Kai dan Reky tiba dirumahnya. mereka langsung disambut oleh Endah, "Kalian sudah nyampe rupanya", Endah tersenyum, "Ayo kita sarapan, kalian pasti lapar", Endah kembali berkata. "Wah Ibu memang luar biasa, tau aja kalau kita lapar", ujar Kai tertawa dan memeluk ibunya. Mereka makan dan saling mengobrol, sesekali mereka bercanda, sungguh keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. "Ibu, Ayah hari ini aku harus ke kantor, ada banyak yang harus aku kerjakan", Kai berkata sambil buru-buru untuk segera pergi ke kantor. "Kamu tidak cape Kai?" ucap Endah, "Memang anak muda penuh dengan gairah dan semangat, iya kan Kai?" Reky menimpali. "Aku kan memang anak yang kebanyakan energi yah, Bu hahaha ..." ujar Kai membercandai mereka. "Ya sudah lancar ya segala yang sedang kamu rencanakan dan kerjakan", ucap Endah sambil memeluk anaknya itu. Hari ini Kai sangat bersemangat, dia berencana mengumpulkan seluruh kekuatan Permana grup dan menyusun rencana untuk segera menyingkirkan Alpha grup dari negara ini. [Hallo Derry, tolong hari ini kumpulkan seluruh petinggi Permana grup, kita akan membahas sesuatu yang sangat penting ], Kai menelpon Derry dengan raut wajah yang sangat serius. [Baik akan segera aku laksanakan] Derry dari ujung telepon tersenyum, dia berpikir jika inilah waktunya waktunya untuk menghancurkan Alpha grup di negara ini. Derry langsung menelpon satu persatu para pemimpin perusahaan untuk datang tepat pada pukul 11 siang ini. Dia begitu sangat bersemangat, aura kuat terlihat begitu menyelimutinya. "Inilah saatnya pembalasan untuk Alpha grup yang sudah memporak porandakan usaha keluargaku", ujar Derry dalam hati. Tepat pukul 11 semua orang sudah duduk dan berkumpul di ruang meeting yang di adakan di pusat kantor dari Permana grup. Kai melirik Derry dan Dyna, "Apakah semuanya sudah siap?" tanya Kai. Serentak mereka mengangguk sebagai tanda jika seluruh peserta rapat sudah hadir dan acara siap untuk di laksanakan. Kai begitu kharismatik ketika memasuki ruang pertemuan, semua mata memandang kagum dan memuja. Semua orang berandai-andai jika anak perempuan mereka menikah dengan Kai, pasti akan sangat menguntungkan untuk perusahaan dan keluarga mereka akan berada di puncak sehingga tidak akan ada yang berani mengusik mereka. "Selamat siang para hadirin sekalian, Salam hormat dari saya Kai Adrian Permana", Kai memberi salam dan menunduk sebagai rasa hormat karena mereka selalu mendukung dan mempertahankan Permana grup sampai saat ini. "Terimakasih untuk para petinggi perusahaan , kalian begitu setia dan sangat berperan besar atas kemajuan Permana grup sampai saat ini, disini saya akan sampaikan beberapa point penting" "Pertama kita akan memulai persaingan dengan Alpha grup", ucap Kai berapi-api. semua mata membelalak kaget karena akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu sudah tiba. "Kedua kita akan hancurkan alpha grup sampai hancur lebur seperti abu", Kai kembali berkata dengan semangat yang tinggi. "Dan yang terakhir adalah tugasku, aku harap kalian tidak ikut campur antara urusanku dengan Rudy, aku akan menghabisinya setelah seluruh perusahaan dan antek-anteknya tidak tersisa!" muka Kai memerah dipenuhi emosi. "Harap semua orang disini bisa berkontribusi , aku mohon bantuannya pada kalian", Kai menunduk sebagai tanda hormat. Semua orang berdiri dan dengan lantang mereka semua berkata, "Kami siap menghancurkan alpha grup dari luar dan dalam sehingga tidak ada satupun yang tersisa!" "Hancurkan Alpha grup, hancurkan alpha grup , hancurkan alpha grup!" suara mereka begitu menggema dan bersemangat. Akhirnya awal dari pertempuran akan dimulai.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD