Reky terlihat sedang merenung sejenak. Dia masih ragu untuk meceritakan masa lalu yang kelam itu. Di hari itu dia kehilangan anak pertamanya Rey.
"Ayah ..." Ujar Kai memanggil Reky
Reky yang sedang melamun itu kaget ketika ternyata Kai sudah ada di depannya.
"Kai ayo duduk, ayah mau menceritakan sesuatu!" Reky berkata.
Kai akhirnya duduk di depan ayah nya.
"Ayah daritadi aku panggil malah diem aja! lagi mikirin apa sih yah?" ujar Kai.
"Mungkin sudah saatnya kamu tau Kai, jika kamu seharusnya mempunyai seorang kakak!" ujar Reky.
"Namun kakak kamu sudah tiada Kai" Reky kembali berkata sambil menangis.
Kai kaget ternyata dia seharusnya mempunyai kakak, namun sang kakak ternyata sudah meninggal dunia.
Kai memeluk ayah nya dan berkata, "Ayah tolong ceritakan detail nya, kenapa kakak bisa meninggal?" Kai yang mulai penasaran akhirnya bertanya.
"Kakak kamu meninggal ketika dia berusia 5 tahun, dia hilang dan ditemukan sudah meninggal di dekat gerbang perumahan, sampai saat ini orang yang membunuhnya belum ditemukan, tapi ayah yakin jika yang membunuhnya adalah anak buah dari Rudy paman kamu sendiri Kai!" Reky berkata menjelaskan.
Kai sangat marah, dia berjanji akan menghancurkan perusahaan Rudy dan akan menghabisinya!
"Ayah, aku janji akan membalaskan dendam kakak, aku akan menghancurkan Rudy!" ujar Kai yang sangat marah.
"Ayah percaya kamu bisa Kai!" ujar Reky masih sambil menangis.
"Ayah tolong tunjukan aku tempat peristirahatan terakhir kakak" Kai berkata.
Akhirnya mereka pergi ke tempat peristirahatan terakhir Rey. Tempat itu bernama Heaven, kuburan keluarga Permana yang terletak di perbukitan yang sangat hijau dan indah, ketika melihat ke bawah maka seluruh kota ini akan terlihat apalagi jika malam hari tentu saja akan sangat indah.
"Ini adalah rumah kakak kamu Kai!" ujar Reky kembali menahan tangis.
Kai memeluk kuburan tersebut, mengusapnya dan mencium nisannya. Dia berjanji akan membalaskan dendamnya.
"Kakak aku berjanji akan membalaskan dendammu!" ujar Kai berbisik kepada kuburan sang kakak.
"Ayah ayo kita pulang, biarkan kakak tenang disana" Kai menahan air matanya agar tidak terlihat oleh Reky.
"Ayo Kai!" Reky dan Kai berjalan menjauh dari kuburan Rey. Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan mereka.
"Bos mereka sudah pergi" ujar orang itu berkata pada Akbar, bos mereka dan salah satu anak buah Rudy.
"Baik segera lakukan rencana kita!" ujar Akbar.
Ketika Reky dan Kai dalam perjalanan pulang, tiba-tiba mereka dihadang oleh orang yang tidak mereka kenal.
"Berhenti!!" ucap salah seorang yang menghadang mereka.
Ketika Reky akan membuka pintu, Kai melarangnya, "Biar aku saja yang turun ayah!" ucap Kai.
Reky hanya mengangguk dan tersenyum, "Hati-hati Kai!" ujarnya.
Kai keluar namun langsung diserang oleh orang itu. Kai yang belum siap akhirnya terkena pukulan di pipinya, namun untuk seorang Kai, serangan itu tidak akan berarti apa-apa untuknya!
Kai langsung maju dan memukuli orang berbaju hitam tersebut, dia terlempar oleh pukulan Kai yang sangat kencang.
"Ayo maju!" ujar Kai berteriak.
semua orang maju dan mengepung Kai, namun hanya dalam 10 detik, semua orang itu sudah babak belur di hajar oleh Kai. Kali ini Akbar sebagai bos dari mereka maju. "Dasar tidak berguna, sama satu orang saja mereka kalah! ciiih ... apa boleh buat, aku yang akan menghajarmu anak muda!" ujar Akbar seraya lari menghampiri Kai.
Kai sudah siap dengan ancang-ancang nya, "Ayo kita buktikan siapa yang terkuat disini!" ujar Kai menantang.
benturan diantara kedua nya pun tidak terelakan, Kai hanya terus menghindar dengan cepat dan tidak melawannya. Akbar yang sudah kehabisan nafas hanya bisa terengah-engah.
"Sial semua seranganku bisa dia hindari, bahkan tidak bisa menjangkaunya!" ujar Akbar dalam hati.
Kai hanya tersenyum dan berkata, "Sekarang giliranku!"
sebuah tendangan ke arah d**a Akbar tanpa bisa dia hindari.
Brrrruuaaakkk ...
Hanya dengan satu tendangan Akbar langsung ambruk tidak bisa bangun lagi.
"Ahhh membosankan sekali" ujar Kai.
Kai langsung kembali ke dalam mobil dan kembali memacu mobilnya menuju rumah.
sesampainya dirumah, Reky memperingati Kai bahwa Rudy sekarang telah bersekutu dengan iblis dan dia semakin kuat.
"Kamu harus terus berhati-hati Kai", ujar Reky memperingati Kai. "Iya ayah aku akan berhati-hati dan akan aku perintahkan Hendri untuk selalu menjaga ayah!" Kai juga memperingatkan Reky.
"Ayah juga tidak perlu khawatir karena di sisiku selalu ada Derry, dia sangat kuat dan kekuatannya hampir sama dengan aku!", ujar Kai kembali berkata.
Mereka pun semakin waspada dan penjagaan di sekitar rumah Reky juga semakin di perketat oleh anak buah Hasan!