Dyna hanya tersenyum, kali ini dia mengakui jika Kai memang berkuasa namun dia sangat kagum akan kerendahan hatinya. Padahal dirinya dulu sering mengejek Kai dan menyebutnya dengan orang miskin.
"Memang roda itu berputar!" ucap Dyna dalam hati.
"Kai sahabat SMA mu dulu ada dimana? si Hendri maksudku", tanya Derry.
"Aku juga tidak tau, hilang kontak semenjak SMA, aku harap suatu saat bisa bertemu lagi dengannya." ujar Kai.
"Aku juga ingin tau bagaimana kabar Rindi", kata Kai dalam hati.
Kai mengagumi dan mencintai Rindi sejak SMA dulu, namun dia memendamnya karena berpikir jika itu hanyalah cinta monyet, tapi ternyata rasa itu tidak pernah bisa hilang, dia harus menerima kenyataan jika dia memang mencintai dan ingin kembali bertemu dengannya.
"Kalian malam ini ada acara gak?" Kai bertanya pada Dyna dan Derry.
"Aku free bro!" Derry menyeringai. dia tau jika Kai ingin mentraktirnya malam ini.
"Mmmm ... aku ada pertemuan keluarga, tapi akan aku usahakan, mungkin aku bisa jika aku bilang akan makan malam dengan CEO Permana grup!" ujar Dyna sambil tersenyum manis.
"Baiklah ayo kita reuni kecil-kecilan, tepat jam 8 kalian harus sudah ada di High class resort and cafe ya!" ujar Kai.
"Oke!!" Jawab Dyna dan Derry bersamaan.
Dyna POV'S
"Hallo Ayah, maaf aku malam ini tidak bisa mengikuti rapat keluarga!"
"Apa maksud mu Dyna, apa kau tidak tau rapat ini bisa menentukan arah masa depan keluarga kita!!" Bentak Alex Ardiansyah.
"Ayah tolong tenanglah dulu, malam ini aku akan makan malam dengan Presdir dan wakil Presdir dari Permana grup". Jelas Dyna sambil tersenyum.
Alex kaget dan melompat girang seperti anak kecil, dia yakin jika Dyna berhasil memenangkan proyek tersebut, sebuah keuntungan juga jika anaknya bisa dekat dengan Presdir baru dari Permana grup tersebut. apalagi dia mengetahui jika Presdir tersebut seumuran dengan Dyna, anaknya, "Semoga saja anakku bisa merayu dan mendekati sang Presdir, akan menjadi keutungan keluarga kita jika dia bisa menikahinya", Alex berkata dalam hati dan tersenyum.
"Bagus ... bagus sekali anakku, kamu memang bisa diandalkan, pikatlah Presdir dengan kecantikanmu itu nak!" Alex kembali berkata kepada anaknya.
"Ayah apa-apaan sih, aku hanya berteman dengannya!" Dyna berkata dengan malu dan langsung menutup telepon dari ayahnya tersebut, wajahnya memerah memikirkan sesuatu yang tidak akan pernah mungkin terjadi.
"Andai saja Kai bisa membuka hatinya untukku", ujar Dyna dalam hati.
"Tapi setidaknya Kai sudah membantuku dan aku sangat berhutang Budi padanya", Dyna berbicara sendiri.
Dyna pulang ke apartemennya, mandi dan mengganti bajunya. Dia ingin terlihat sangat cantik dihadapan Kai. Dengan memakai dress putih dan make up tipis membuatnya seperti Putri salju.
Dyna memang sangat cantik, Kai pun memang mengakui nya, namun perangainya yang angkuh dan sombong membuat Kai menjadi hilang rasa padanya meskipun kini sifatnya telah berubah 360 derajat.
"Apakah aku sudah terlihat cantik?" tanya Dyna pada dirinya sendiri, "Aku harap Kai menyukainya".