Reuni kecil

1180 Words
Hari ini, hari pertama Derry kembali ke Permana Grup. Dia disambut oleh Reky dan Kai. "Akhirnya kamu sudah menyelesaikan pelatihan militermu, aku harap kamu akan menepati janjimu untuk melindungi Kai", Reky berkata. Derry tersenyum "Tentu saja walaupun nyawa menjadi taruhannya!" Mereka pun masuk ke dalam perusahaan. Kekuatan Permana grup akhirnya bertambah kuat dengan adanya Derry. "Bro kerjaan udah nunggu tuh ...", ujar Kai mengerjai Derry, Derry memeriksa dokumen-dokumen tersebut. " Hmmmm ... ini kan bisa kamu kerjakan sendiri Kai" ujar Derry agak kesal. "Iya sengaja nunggu kamu pulang bro, biar kamu yang mengerjakan hahaha ..." Kai tertawa. Derry hanya menggelengkan kepala sambil terus memeriksa dokumen tersebut. "Nih semua udah beres" ujar Derry sambil memberikan semua dokumen tersebut pada Kai. "Thanks my broo ... " kata Kai sambil tertawa geli. "Mau aja dia aku kerjain!" Kai berkata dalam hati. "Ry ada sesuatu yang harus kita diskusikan!" Kai kembali berkata. "Apa lagi Kai? masih tidak cukup kamu ngerjain aku lagi?" ujar Derry. "Ini serius" "Ya sudah tinggal bilang saja Kai, apa susah nya sih" gerutu Derry. kai tertawa dan mulai menceritakan tentang proyek yang akan Permana grup buat, Derry diminta untuk memberi pengumuman, jika proyek tersebut bisa di ikuti oleh seluruh perusahaan baik itu perusahaan kecil maupun besar. Proyek tersebut adalah sebuah rumah sakit terbesar di provinsi ini. Permana grup menghibahkan rumah sakit tersebut sebagai rasa syukur atas kembalinya Kai sang pewaris Permana grup. "Baiklah akan aku mulai umumkan di seluruh penjuru negeri ini hahaha ..." ujar Derry tertawa. Besoknya banyak yang datang ingin menemui Kai untuk membahas proyek besar tersebut. Mereka mengantri panjang sampai gerbang depan perusahaan pusat Permana grup. "Gila banyak sekali orang!" ujar Kai saat akan masuk kedalam perusahaannya. Semua mata melirik mobil tersebut, mobil Mustang GT yang dikendarai oleh Kai sendiri. Derry yang melihat Kai akan masuk segera mengamankan jalan dan membukakan pintu sambil tersenyum lebar. "Gimana pengumuman yang aku buat bagus kan? orang-orang berbondong-bondong ingin ikut bergabung dalam proyek tersebut!" Derry berkata dengan bangga. "Memang bagus tapi tidak sampai menghalangi jalan seperti ini", ujar Kai menepuk jidat. Mereka pun tertawa, ketika mereka akan memasuki pintu utama perusahaan. Kai dikejutkan oleh sebuah suara meledek. "Hei Kai, apa kau jadi supir di perusahaan ini?" Dyna berteriak sambil tertawa. Derry menghentikan langkahnya dan akan bergerak mendekati Dyna, dia sangat marah sehingga ingin menamparnya. Namun Kai dengan sigap mencegahnya "Cukup urusan ini biar aku yang urus" cegah Kai. "Kamu cepat periksa semua dokumen perusahaan-perusahaan yang ingin menjalin kerja sama dengan kita!" ujar Kai memerintahkan Derry. " Ta.. tapi Kai" "Sudah cepat laksanakan saja tugasku itu" ujar Kai. Derry hanya bisa pasrah dan mengikuti instruksi yang di berikan oleh Kai. "Hallo Dyna!" ujar Kai menyapa. "Apakah perusahanmu juga ingin menjalin kerja sama dalam proyek besar Permana grup ini?" tanya Kai dengan lembut dan tersenyum. Namun Dyna dengan perangainya yang sombong hanya tertawa. "Tau apa kau tentang proyek ini, ingat kau hanyalah supir disini jadi jangan so tau ya, aku disini untuk menjalin kerja sama dengan Permana grup, mereka pasti sangat membutuhkan perusahaan untuk membantunya!" ucap Dyna dengan sombong. "Apa kau yakin? bukankah perusahaanmu sedang diambang kehancuran dan membutuhkan dana ? sehingga kau datang kemari dan ingin mendapatkan proyek ini?" ujar Kai sambil tersenyum. "Sudahlah, supir sepertimu tidak akan mengerti apapun, meskipun pakaianmu rapih dan seperti bos, nyatanya kau tetaplah seorang supir!" ujar Dyna marah "Baiklah terserah kau saja dan sampai bertemu di ruanganku ya!" ucap Kai tegas. Deg... Dyna terkejut dan menjadi gemetaran, bagaimanapun dia harus mendapatkan proyek tersebut. Perusahaan keluarganya dalam masalah besar dan membutuhkan banyak dana. Dia kembali berpikir dengan ucapan Kai barusan. "Omong kosong apa yang orang itu katakan!" Dyna masih tidak percaya, "Bagaimana mungkin dia menjadi bos disini", ucapnya dalam hati. Akhirnya sekarang giliran Dyna yang akan berpresentasi dan akan berhadapan langsung dengan CEO dari Permana grup. Dia tampak gugup. "Akhirnya sekarang giliran kamu Dyna!" ucap Derry dingin. "Kau akan tau siapa orang yang kau hina dengan mulutmu itu!" Derry kembali berkata. Dyna menelan ludah mendengar ucapan Derry. Otaknya blank mendengar perkataan Derry tadi. "Mungkinkah? mungkinkah dia Kai? astaga bagaimana ini, apakah benar dia?" ujar Dyna terus bertanya-tanya, keringatnya mengucur deras. Tok ... tok ... "Silahkan masuk!" Kai mempersilahkan Dyna untuk masuk dan persentasi. Dyna dengan gugup masuk, hampir saja dia pingsan ketika dia melihat Kai sedang duduk dan tersenyum kepadanya. Matanya tiba-tiba pusing dan akan terjatuh. Kai dengan sigap membantu dan mendudukkannya di kursi tamu. "Ma ... maafkan aku Kai, eh Tuan Muda', Dyna menangis mengingat perkataannya kepada Kai. "Aku hanya ingin persentasi darimu dan tidak membutuhkan kata maaf darimu!" jelas Kai tegas. "Ba ... baik, aku akan segera mempresentasi kan nya", ucap Dyna lirih. Dia mempersentasikan semua dan membuat Kai kagum dengan kepintaran dan kecantikan nya. Sayangnya Dyna terlalu sombong dan angkuh, sehingga Kai tidak menaruh rasa apapun kepadanya. Namun otak jahil Kai kembali bereaksi. "Aku bisa saja menerima proposal dan persentasi kamu ini!" ucap Kai. Dyna kaget sekaligus senang. "Benarkah? kau bisa membantuku?" ujar Dyna sambil tersenyum manis. "Ada syaratnya!" "Apa syaratnya Tuan Muda! " ujar Dyna kembali tersenyum. "Kamu harus ikut denganku ke hotel dan melayaniku!" ujar Kai. Dyna membelalakkan matanya dan kembali teringat ucapan ayah nya, jika dia harus mendapatkan proyek ini apapun caranya, walaupun itu harus menjual tubuhnya yang putih dan mulus itu. "Mmmmm ... asalkan kau berjanji akan membantuku, apapun akan aku lakukan", ucap Dyna sambil menangis. Dyna yang biasa sombong dan kasar kini menjadi lemah dan tidak mampu melakukan apa-apa. Kai terkejut, dia yakin jika Dyna bukan wanita seperti itu "Aku yakin dia tidak seperti ini, dia menangis itu membuktikan jika sebenarnya hatinya menolak" ujar Kai dalam hati. "Baiklah kau lulus dan bisa mendapatkan proyek ini!" Kai berkata dengan ringan. "Kapan tuan muda akan mengajak ku ke hotel?" tanya Dyna ragu. "Tidak usah, tadi aku hanya menguji saja "Kai kembali tersenyum", maaf ya karena sudah menguji kamu seperti ini , aku tau kamu adalah wanita baik-baik!" Dyna hanya terdiam dan kembali berkata, "Maafkan aku juga yang sering mengejekmu sewaktu SMA dan tadi di pintu masuk, aku benar-benar menyesal!" "Tidak masalah, aku tidak pernah mempermasalahkan tentang ejekan-ejekan kalian", ujar Kai tertawa. "Ta ... tapi tentang yang tadi, aku aku mau ... jika kamu menginginkan nya" ucap Dyna malu-malu. "Aku hanya bercanda Dyna dan tolong jangan di masukan ke dalam hati ya" Kai berkata, namun dia pun gemetaran karena baru kali ini dia berani berkata seperti itu kepada seorang wanita. Dyna tersenyum, "Aku yakin kalau Kai adalah pria baik-baik, jika saja dia menjadi suamiku, pasti aku akan sangat bahagia", ucap Dyna dalam hati penuh harap. Tok ... tok ... suara pintu di ketuk membuat mereka kaget. "Ry sudah aku bilang jangan ganggu reuni kecil kami!" Kai berkata geram. Derry hanya tertawa geli melihat tingkah Kai yang kaget. "Kalian tidak sedang melakukan sesuatu kan?" ujar Derry jahil. Derry akhirnya ikut masuk ke dalam ruangan, Dyna kembali kaget dan berkata "Kenapa si Derry tidak pernah memberi tau ku, jadi kalian?" "Iya aku wakil Presdir disini!" ujar Derry bangga. "Jika aku memberitahukan semuanya padamu, pasti kamu tidak akan berani menghina Kai kan, pasti kau akan langsung bersujud menyembah Kai!" ujar Derry kembali berbicara sambil tertawa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD