Dirumah , Pak Hasan dan Bu Darmi sedang berdiskusi tentang Kai.
"Pak apa sebaiknya kita segera memberitahu Kai tentang semuanya?" tanya Bu Darmi
"Hmmm ... sebaiknya memang begitu Bu , tapi kita harus bertanya dulu dengan Pak Reky", jawab pak Hasan.
"Ya sudah pak, ayo cepat telepon Pak Reky", ujar Bu Darmi dengan cepat.
Kai sebenarnya bukan anak dari Pak Hasan dan Bu Darmi, menjaga dan membesarkan Kai hanyalah tugas yang dijalankan mereka untuk melindunginya dari para penjahat yang mengincarnya.
Kai adalah anak dari Pak Reky dan Ibu Endah, sebuah keluarga konglomerat yang sangat disegani namun mempunyai banyak musuh bisnis yang tidak segan untuk mencelakainya dan juga seluruh pewaris Permana grup.
"Halo Hasan, ada apa tiba-tiba kamu menelepon!" ujar Pak Reky.
"Mmmmm ... Pak apa sudah tiba waktunya untuk memberi tahu semuanya kepada Kai?" ujar Pak Hasan.
Pak Reky termenung sebentar lalu menjawab
"Sudah 18 tahun berlalu ya ... mungkin memang sudah seharusnya kita memberitahukan segalanya kepada Kai", jawab Pak Reky
"Tapi kalian tunggu saya dan Endah datang ya", ujar Reky kembali
"Baik saya akan tunggu bapak datang, lalu kita mulai menjelaskan semuanya pada Kai", ujar Hasan menjawab.
Kai memang sedang ada dirumah, seperti biasa dia sedang bermain game di kamarnya.
"Kai ayo kemari" ujar Bu Darmi.
"Ada apa Bu?" tanya Kai.
"Apakah ada yang kirim makanan enak lagi?" Kai kembali bertanya.
Bu Darmi hanya tersenyum sedih sekaligus senang, di satu sisi dia sedih karena Kai akan kembali bersama orang tua aslinya tapi juga senang karena akhirnya tugas berat tersebut akan segera selesai.
"Kai ...", ujar Pak Reky.
"Iya pak, ada apa ya bapak memanggil saya?" jawab Kai.
Kai memang mengenal Reky sebagai teman dari ayah nya yaitu Hasan.
"Kai kita mau membicarakan sesuatu yang sangat penting dan sudah seharusnya kamu tahu tentang segalanya!" ujar Pak Hasan mulai berbicara dan menceritakan semuanya.
Kai termenung tidak percaya. Ternyata selama ini Pak Hasan hanyalah tangan kanan ayah aslinya yaitu Pak Reky.
"Kai kau harus menerima semuanya dan inilah kenyataannya, kamu adalah pewaris satu-satunya dari keluarga Permana!" ucap Pak Hasan.
Kai yang masih kaget hanya bisa terdiam dan menerka-nerka apa yang terjadi ini adalah kenyataan atau hanya mimpi semata.
"Bapak tidak bercanda dengan saya kan?" tanya Kai.
tiba-tiba Ibu Endah memeluk Kai dengan sangat erat dan berkata sambil menangis.
"Kai ibu sangat merindukan kamu!"
Kai melirik ke arah Pak Hasan dan Bu Darmi , mereka pun menganggukan kepala sambil berkata
"Itu benar nak, Pak Reky dan Ibu Endah adalah orangtua kandungmu!" ujar Pak Hasan menjelaskan.
Kai akhirnya bisa menerima keduanya dan memeluk mereka. Babak baru sebagai seorang pewaris Permana grup pun akan segera dimulai.
"Kai setelah ini apa rencana kamu?" ujar Reky bertanya dengan serius.
"Bagaimana kalau kamu kuliah dan belajar lebih dalam mengenai ilmu beladiri?" Reky kembali berkata.
Kai bingung kalau cuman kuliah sih tentu saja dia mau, tapi belajar beladiri ? untuk apa? karena Kai sendiri sudah jago beladiri, dia diajari oleh Hasan dan Darmi.
"O ... ook Pak aku mau, tapi untuk beladiri kan aku sudah jago!" ujar Kai polos.
"Jangan bilang Pak.. bilang saja Ayah" jelas Reky
Kai tentu saja masih kaku , ini masih seperti mimpi baginya. Kai yang hanya seorang anak biasa kini tiba-tiba menjadi seorang pewaris tunggal Permana grup yang menaungi setidaknya 76 perusahaan nasional dan internasional.
Reky hanya ingin Kai menjadi lebih jago lagi dalam berbagai ilmu beladiri, bukan itu saja, kai juga akan meminta salah satu rekannya di pasukan khusus untuk ikut belajar di militer sehingga dia bisa menjaga diri dan keluarga nya kelak.
"Kalau begitu baiklah yah ... aku akan menuruti semua keinginan ayah", ujar Kai setuju.
Reky hanya tersenyum dan memeluk Kai dan berkata jika dirinya sangat menyayangi Kai dan meminta maaf atas segala yang terjadi pada dirinya selama ini.