Ya Ampun, Pikiran Suamiku Gini Amat

1161 Words

Pagi ini, aku sedang menyiapkan keperluan Ran untuk berapa hari di Tokyo. Berhubung sebentar, jadi tidak perlu membawa barang-barang terlalu banyak. Ran harus berangkat ke Tokyo untuk rapat pemegang saham Pramulia Corporation di mana perusahaan tersebut adalah perusahaan induk milik ayahnya yang bergerak di bidang pertambangan skala internasional. "Seandainya aman untuk kamu naik pesawat, aku pasti lebih suka kalau kamu ikut." Ran berkata demikian ketika dia sedang menyisir rambut. Selesai mengemas barang, aku bantu Ran merapikan kerah kemeja. Ini pekerjaan sederhana yang kadang sukar dikerjakan sendiri sama dia. "Dokter bilang aku nggak bisa lakukan perjalan jauh dulu." Ran mengangguk pelan. "Kita bisa bulan madu ronde dua." Senyum-senyum sendiri aku dengar Ran bilang begitu. Ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD