Aku kepikiran Ran. Mau tidak ya, dia datang ke rumah? Terus misalnya aku telepon dia sekarang, kira-kira itu ganggu atau tidak? Maunya telepon dia sekarang untuk tanya kepastian. Tapi, takut dikira aku yang terlalu kebelet dinikahi dia. Meski memang iya kenyaraanya demikian, tetap saja harga diri harus dipertahankan. "Yasmin, telur gorengnya gosong." Aku kaget dan langsung matikan kompor. Ibuku mencebik sambil geleng-geleng. Aduh, niatnya mau bikin telur dadar buat lauk makan nasi goreng, malah jadi telur arang. Ibuku menebak kalau aku melamun karena memikirkan Ran. Dan aku langsung menatapnya seperti anak kucing yang butuh diusap dagunya. Aku tidak bisa bohong kalau melamun dari tadi. "Anak gadis suruh goreng telor malah gosong." Ibu akhirnya menggantikan aku untuk menggoreng telur

