Ganteng-Ganteng Sableng

1240 Words

Harusnya yang saat ini kaget, bingung, bin terkejut itu aku. Tapi, kenapa malah muka Ran yang kelihatan begitu? Aku masih menatpnya lamat saat dia akan pergi, dan Ran masih terbengong untuk sesaat. "Dengerin dulu penjelasnku. Aku begini karena bapak bilang ada banyak hal yang harus dipertimbangin." "Yas." Ran memegang pundakku. Dia kasih tatapan yang membuatku membeku di tempat. Apa ini, apa yang mau dia bilang. Jangan-jangan dia mau bubar di sini. "Aku mau ke belakang sebentar, nanti kita ngobrol lagi." Allahu Akbar, untung aku belum teriak-teriak ke dia bilang jangan tinggalin aku. Aku kira tadi dia emosi, terus mau pergi begitu saja sebelu menyelesaikan masalah ini. "Ya udah sana." Ihh malunya aku, sudah drama banget tadi. "Nah, tadi ditahan-tahan sekarang diusir." "Udah buruan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD