Detik ini kulihat dua lelaki yang memiliki tujuan sama. Mereka datang ke rumah ini dengan niat untuk melamarku. Keduanya duduk berdampingan dengan tenang, sementara bapak duduk di seberang meja sembari memperhatikan dua laki-laki itu bergantian. Mas Hanan dan Rony. Aku mengenal mereka di masa lalu, namun Rony cukup berbeda karena aku baru ketemu detik ini setelah tiga tahun berlalu. Terakhir kali dia pulang saat kontrak kerjanya habis dan kini kembali ke tanah kelahirannya. Bapak bilang Rony akan membuka usaha di sini dan berhenti kerja di luar negeri. Selain sudah punya modal usaha, kedua orang tuanya juga melarangnya pergi jauh. Alasannya karena mereka sudah cukup tua, takut Rony tak bisa pulang jika mereka kenapa-kenapa. Kembali kuhela napas panjang. Saat ini aku hanya mendengark

