Kencan Buta (Lagi)

899 Words

POV ELOISE Astaga sudah jam tujuh. Aku menghela nafas tajam lalu memijat pelipis dengan jari-jariku. Tumpukan dokumen yang harus diselesaikan telah menyita perhatianku. Aku tidak sadar waktu terlalu cepat berlalu. Trina sudah pulang karena harus menyiapkan makan malam. Aku melirik ponsel dan mengerutkan kening. Ada sekitar 34 panggilan tak terjawab dan 20 pesan teks dari Trina. Aku sudah lupa waktu. Aku mengetuk nomornya untuk menelepon balik. “Hei, maafkan aku. Aku lupa waktu.” “Kau dimana? Bukankah seharusnya kau sudah disini jam enam?” tanya Trina, suaranya terdengar tidak sabar. Ya, ini salahku. “Aku tahu.” Aku pun mendesah karena rasa bersalah. “Aku baru saja selesai. Aku akan sampai disana dalam dua puluh menit.” “Aku sudah menelepon berkali-kali, tapi kau tidak jawab.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD