POV ELOISE “Ya. Dan kau … pasti Harvey?” tanyaku balik dengan senyuman. Dia tertawa kecil seraya menjabat tanganku lembut. “Ternyata Trina benar tentangmu, tapi sedikit berbeda dari deskripsinya,” ujar Harvey. “Tentang apa?” tanyaku. Aku penasaran apa yang Trina katakan pada Harvey. “Tapi, oh dimana Trina?” “Dia menyuruhku kesini sendirian. Dia bersama kedua orang tuaku.” Apa-apaan ini? Rasanya aku ingin memprotes. Trina pasti sengaja melakukan ini. “Mengapa kita tidak duduk dulu lalu pesan makan malam untuk kita?” tawar Harvey, lagi. “Tentu saja.” Dia berjalan ke arahku dan menarik kursi untuk membantuku duduk. Jujur saja, dia sangat perhatian. Seolah-olah kami ini sudah berteman cukup lama. Aku duduk di seberangnya. Aku memperhatikan Harvey, ketika dia memasukkan ipad ke

