Mita mengusap punggung suami. "Udah dibilangin kalau minum itu pelan-pelan. Mas ini gimana sih?" omelnya. "Mas gak apa-apa," sahut Wita. "Kamu udah pulang, Sayang?!" komentar Lilis sambil berjalan menghampiri, ia baru saja keluar dari kamar dan mendapati putranya di sana. Wira hanya mengangguk tanpa kata. "Ibu mau aku buatkan teh manis?" tawar Mita ketika ibu mertuanya duduk di hadapan. "Boleh, Sayang," angguk Lilis. "Gulanya segimana, Bu?" "Satu sendok aja. Jangan terlalu manis, Nak." "Iya, Bu." Mita mengangguk kemudian berlalu meninggalkan suami dan ibu mertua. Wira hanya tersenyum melihat istrinya yang sedang bersemangat membuat minuman, tidak seperti biasanya. "Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Lilis sembari menoleh sekilas ke arah pandang anaknya. "Lucu aja lihat Mita ya

