Wira Masih tidak bergerak dari tempatnya sementara Damar gegas menghampiri sang kakek yang terlihat sedang berusaha untuk bangun. "Kakek mau ke mana? Kakek harus istirahat, Kek." Damar tampak cemas. "Bantu kakek bangun, Nak. Kakek mau lihat adik kamu," ujar pria bernama lengkap Iswara tersebut. Karena tahu sang kakek tidak akan bisa dilarang, Damar akhirnya menurut. Membantu pria berusia lanjut itupun bangun. "Kakek duduk di sini aja. Jangan turun, Kek. Lihat, tangan kakek juga diinfus." Iswara tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya bisa menunjuk ke arah Wira dengan tangannya yang lemah. Dion yang sejak tadi menonton drama keluarga itu, menghampiri sang ayah lalu menarik tangannya. "Ayo, Ayah. Itu eyang mau salaman sama Ayah. Kata Ayah, semua orang harus menghormati kakek-kakek atau nene

