Mita berdiri di tempat dengan keterkejutannya. "Om Darwin papanya Mas Wira? Kok aku gak pernah tau?" gumamnya lagi sembari menatap tidak percaya. "Ada apa dengan hubungan mereka? Damar juga sikapnya biasa aja." Banyak tanya dalam benak Mita kini. "Saya sudah bilang, saya tidak bisa." "Tolong, Aga. Papa tau, papa salah karena udah ninggalin kamu dan ibu kamu. Kakek juga salah. Tapi Beliau udah menyesal dan ingin minta maaf, Nak," bujuk Darwin lagi. "Saya sudah maafkan. Gak perlu minta maaf, sekarang tolong jangan ganggu saya lagi," sahut Wira dengan nada datar, tetap bersikukuh dengan keputusannya. "Apa karena itu Mas Wira selalu ngulur waktu saat aku ajak nengok kakek?" Mita bertanya pada diri sendiri sambil terus menguping. "Aga ... tolong papa sekali ini aja," mohon Darwin sambil me

