mogok...

1420 Words
Tak terasa sebulan sudah mereka tinggal di desa itu, beruntung luka yang di alami oleh Alexa pun sudah berangsur pulih tinggal menghilangkan bekas lukanya saja dan sudah saatnya Dokter Kanaya pulang ke Bandung karena masa tugasnya sudah habis dan akan di gantikan dengan petugas magang yang baru.. "Lexa, Lea gimana kalo besok kalian ikut gue aja balik ke Bandung??" ujar Kanaya pada mereka berdua, Kanaya yang sudah merasa nyaman dengan kehadiran si kembar mencoba mengajak mereka agar mau ikut pulang dengannya, " yah gue masih bingung, secara sekarang gue udah ga punya apa apa" jawab Alexa dengan pandangan mata yang kosong Menatap ke depan, " kalo saja bandot tua itu engga terobsesi pada kami dan mencelakai mommy and Daddy mungkin saat ini kami masih bisa berkumpul dan bercanda ria bersama," Alea munundukan kepalanya rasanya sedih dan sakit jika mengingat mereka sekarang hanya tinggal berdua saja tanpa orangtuanya.. "sudahlah Lea semuanya sudah takdir jangan dipikirkan lagi, gimana kalau sekarang kita jalan jalan keliling desa sebelum besok kita ke Bandung pokonya kalian berdua harus ikut gue ke Bandung di jamin bakalan betah secara di sana kan terkenal dengan makannya yang enak enak" Kanaya sambil membayangkan betapa nikmatnya makanan di dari daerah asalnya tersebut, secara sudah setahun lamanya dia ga pulang ke Bandung dari semenjak dia di tugaskan di desa terpencil ini, Alexa dan Alea saling pandang dan ahirnya mereka menganggukan kepalanya tanda setuju dengan usulan Kanaya, "gue ga enak terus terusan ngerepotin Lo Nay, " ujar Alea, " ah elah Lo kaya Ama siapa aja gue kan teman kalian sejak kalian datang kesini, udah ah yu kita nikmati pemandangan alam sebelum kita balik," ahirnya mereka bertiga pun berjalan menuju mobil yang biasa di pake untuk mengangkut hasil panen warga sekitar, ya mobil itu adalah mobil milik kepala desa dan sudah biasa di pinjamkan siapa saja yang membutuhkan. Mereka bertiga benar benar menghabiskan waktu dengan berjalan jalan sampe lupa waktu hari sudah mulai gelap, " ayo kita pulang, sebentar lagi malam, disini agak serem kalau kemaleman di jalan" "ya udah ayo" jawab si kembar kompak berbarengan. Di tengah jalan tiba tiba saja mobil yang mereka kendarai mogok, " oh ya ampun apa yang harus kita lakukan kenapa harus mogok di tengah jalan begini,,,!!!" Kanaya kebingungan karena tidak biasanya mobil yang biasa dia gunakan untuk mengambil obat obatan di pusat kota dan juga mengangkut hasil panen warga harus mogok seperti ini, mereka bertiga pun hanya duduk sambil menunggu siapa tau ada yang lewat dan bisa di minta bantuan, lima belas menit mereka duduk di pinggir jalan yang sepi tiba tiba ada seseorang yang berjalan dari belakang semak semak mereka pikir itu hantu karena kondisi yang memang sangat gelap, tapi ternyata yang muncul adalah seorang perempuan berhijab juga, "apa kalian butuh bantuan?" tanya gadis itu, "iya mobil kami tiba tiba saja mogok,!!!," Alexa menjawab pertanyaan gadis itu sambil matanya melihat kebawah takutnya kaki gadis itu tidak Napak kan ngeri "iihh semoga aja bukan mahluk halus" batinya ,, "hmm biar saya lihat " jawab si gadis itu sambil mendekat ke arah mobil dan membuka kap mesin sambil memeriksa bagian kerusakan dan berusaha memperbaikinya, "silahkan mbak coba di starter" ujar gadis itu Kanayapun mencoba menghidupkan kembali mobilnya dan wow berhasil,," wah terimakasih banyak ya mbak atas bantuannya, mbak ternyata hebat juga bisa memperbaiki mobil,," gadis itu pun tersenyum " dulu ayah saya punya bengkel mobil dan motor saya sering ikut membantu ayah di bengkel, ibu saya punya konveksi kecil kecilan ya Alhamdulillah saya bisa memperbaiki mobil dan juga bisa menjahit,,oh iya kenalin nama saya Aisyah Maharani Panggi saja Aisyah" ucap Aisyah sambil mengulurkan tangannya kepada Kanaya Alea dan juga Alexa mereka pun menyebutkan nama masing masing... "hmmm mbak kenapa mbak bisa berada di tempat sepi seperti ini sendirian maaf tadi saya sempat mengira kalo mbak bukan manusia maaf hehe ' Kanaya dan juga Alexa nyengir sambil ga enak menatap Aisyah,, " saya bersembunyi dari suami karena dia tidak mau berpisah tapi kami tidak mungkin bisa melanjutkan pernikahan kami yang tidak sehat makanya saya lebih memilih pergi dulu sebelum nanti saya akan gugat cerai dia.. " mereka bertiga hanya menganggukan kepala tanda mengerti,, "lalu apa rencana mbak akan terus bersembunyi di tempat seperti ini?" tanya Alea ,, " ntah lah saya bingung karena saya tidak punya kenalan di daerah sini,," "ya sudah kalo gitu mbak ikut kami saja besok ke Bandung gimana?" tanya Kanaya, Aisyah berfikir sambil menimbang nimbang ,"apa sebaiknya gua pergi jauh dari sini agar tidak di temukan Andrie? sampe nanti gue punya uang untuk bisa menggugat cerai dia, karena sepertinya si Andrie sampai kapanpun ga bakalan mau ceraiin gue ,padahal sudah sangat jelas kalau gue sama dia tidak mungkin bisa terus bersama.. ah sudah lah lebih baik gue pergi sejauh mungkin" "baiklah saya ikut saja dari pada di sini dan beresiko dapat di temukan kapan saja" "hayu ikut kita balik ke tempat kami menginap selama disini." Dan mereka berempat pun pergi menuju tempat tinggal Kanaya.. Keesokan paginya Kanaya dan ketiga temennya berpamitan kepada penduduk sekitar dan juga kepala desa.. mereka berempat pergi dari desa terpencil itu dengan menggunakan mobil untuk menuju bandara yang akan membawa mereka ke daerah Bandung tempat kelahiran Kanaya... setelah semua mendapatkan tiket, tak lama panggilan untuk segera naik pesawat pun terdengar, dengan segera mereka melangkahkan kaki memasuki pesawat dan mencari tempat duduk mereka masing-masing.. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "kak Nayaaaaaaaaaaaaaa........ " teriak seorang gadis di pintu masuk bandara tempat para penjemput menunggu,, Kanaya menoleh dan melihat sahabat lempengnya ada di sana mereka berlari dan saling berpelukan,, "gue kangen beut Sama Lo Nay, gila ya setaun Lo ga balik kesini betah banget Lo di pedalaman Sana sampe ga mau pulang atau jangan jangan Lo udah dapet gebetan orang utan ya kak Nay makanya Lo betah" tanya si gadis itu dengan wajah polosnya,, "ah elah Bila masa gue yang cantik jelita begini di taksir orang utan yang bener aja Bila....,, eh Bila kenalin nih temen temen gue" Nabila pun mengulurkan tangannya "hallo Assalamualaikum saya Nabila Humaira temen Dokter Kanaya" "waalaikumussalam saya Alexa ini kembaran saya Alea dan juga temen kami Aisyah.." "Bila Lo kesini sama siapa ga mungkin Lo kesini sendiri kan?" tanya Kanaya melihat ngeri pada Nabila yang kalo bawa mobil ada aja yang dia tabrak ntah itu pager rumah orang ataupun tiang lampu jalanan,, Nabila pun nyengir "engga donk mana mungkin kak Kenji biarin gue bawa mobil sendiri heheeee" Kenji itu adalah kakak dari dokter Kanaya. "tadi gue kesini sama ka Kenji dia lagi beli kopi noh biar ga ngantuk katanya" jawab Nabila sambil menunjuk ke arah cafe yang menjual kopi,, tak berselang lama Kenji datang dengan segelas kopi di tangannya " gimana kabarnya dek?" tanya Kenji sambil memeluk Kanaya dan mencium pucuk kepalanya sambil mengelus sayang kepala Kanaya yang tertutup hijab "kabar baik kak, kakak sendiri gimana kabarnya?, selama setahun gue tinggal, udah dapet kandidat belum buat jadi kakak ipar gue?" tanya Kanaya sambil nyengir nyengir kuda "ckkk Lo Dateng Dateng udah nanyain calon KK ipar aja,, masih belum kelihatan hilalnya dek " jawab Kenji dengan memutar kedua matanya malas, Kanaya pun hanya terkekeh geli melihat kakaknya kalo bahas masalah calon dia selalu saja menghindar, "kakak kan udah menuju tua ntar keburu peot ga laku lagi Lo kak kalo kelamaan,," ucap Kanaya sambil nyengir tanpa dosa hehe,, sebenarnya dia tau alasan kenapa sampai sekarang Kenji masih menutup diri tapi dia juga pengen kakak nya bisa berumah tangga dan melupakan masa lalunya,,, "jangan nyumpahin gitu dek do'a buruk itu berbalik sama yang mengucapkan," sahut Kenji kalem, "astaghfirullahalazim.... " Kanayapun beristighfar takut juga do'a jeleknya di Kabul "eh kak kenalin nih semua temen temen gue yang pada ikut kesini," "Halo assalamualaikum kenalin saya Kenji Athhar Barran kakak Kanya" Kenji menjabat tangan teman teman Kanaya, "ya sudah hayu kita pulang mama sama papa sudah ga sabar pengen ketemu Lo" ucap Kenji mengajak mereka semua berjalan dan menuju mobil di parkiran bandara,, mobil Pajero sport warna hitam itupun jadi kendaraan mereka untuk kembali ke rumah Kanaya lebih tepatnya rumah kedua orang tua Kanaya,, di dalam mobil Nabila mengoceh tanpa berhenti saking kangennya dengan sahabatnya itu sampe segalanya di tanyain tanpa ada yang terlewat dan Kanaya menceritakan semuanya termasuk pertemuan dengan Si kembar dan Aisyah... Kanaya sangat paham dengan sifat Nabila yang kalau tidak langsung di tanggapi pasti bisa ngoceh sepanjang waktu, tapi Kanaya tidak pernah membencinya dia memang menyayangi Nabila sudah seperti adiknya sendiri, Kanaya sudah mengenal Nabila semenjak dari lahir bahkan dia yang sering mengajak Nabila bayi bermain main, Kanaya dan Nabila usianya terpaut limat tahun jadi bisa di bilang Kanaya lah yang sering momong Nabila..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD