Selamat...

1454 Words
Byuuuuuuurrrrr..... kedua gadis kembar itu terjerembab masuk ke dalam jurang dan kecebur kedalam sungai yang cukup dalam, Alea terus berusaha menarik Alexa ke permukaan sungai agar mereka tidak tenggelam,sebenarnya mereka sama sama ahli dalam olahraga berenang hanya saja bahu kiri Alexa yang terkena tembakan membuatnya kesulitan untuk berenang, dengan susah payah Alea menarik kakanya ke pinggiran sungai dan bersandar di bebatuan yang besar. Alhamdulillah selamat !!! "ya Allah datangkanlah pertolongan untuk kami karena sesungguhnya hanya engkau sebaik baik penolong aamiin" batin Alea terus memanjatkan do'a, melihat kakaknya yang tak berdaya karena hampir kehabisan darah membuat Alea sangat khawatir, Alea mengedarkan pandangan sambil mengernyitkan dahinya " ini gue ada dimana ya? " Alea menajamkan penglihatannya memperhatikan alam sekitar, sepertinya alam memang masih berpihak pada mereka, dari kejauhan Alea mendengar ada beberapa orang yang sedang berbincang mendekat ke arah mereka berada. "Astaghfirullahaladzimmmm..... " seru salah satu dari ke empat orang yang sedang berjalan ke arah Alea, "ada apa dokter Kanaya??? " tanya salah satu dari mereka sambil matanya ikut melihat kemana arah pandang dr. Kanaya, mereka berempat mendekat ke arah Alea dan juga Alexa "apa yang terjadi mbak?" tanya dr. Kanaya pada ke dua gadis yang sedang terkapar di bebatuan pinggir sungai, "kami di kejar para preman dan terjatuh dari atas tebing itu" jawab Alea sambil menunjuk tebing tinggi yang berada di hulu sungai, dr. Kanaya melirik ke arah laki laki yang ikut dengannya "Mang Jaja tolong bantu angkat mbak ini yang terluka ya, kita bawa ke klinik tempat praktek saya," "baik Bu " jawab mang Jaja sambil menggendong Alexa dan membawanya ke klinik. Sesampainya di klinik, dr. Kanaya langsung membersihkan luka pada bahu kiri Alexa yang terkena tembakan, kemudian mengeluarkan peluruh yang bersarang di sana, beruntung peluru yang bersarang tidak terlalu dalam menembus kulit Alexa sehingga tidak memerlukan penanganan yang lebih serius. Selama tiga puluh menit dr. Kanaya mengobati luka Alexa dan membalutnya dengan perban kemudian memberikan obat dan infus agar Alexa bisa langsung istirahat, tak lama kemudian Alexa pun tertidur akibat efek dari obat yang di berikan. Alea yang sudah membersihkan diri di tempat yang di tinggali oleh Dokter Kanaya dan meminjamkan bajunya, beruntung mereka sama sama berhijab jadi tidak susah memilihkan baju untuk di pinjamkan. Alea hanya mengalami luka beset beset dan beberapa luka memar saja akibat terkena ranting ranting pohon di tepi jurang dan terbentur bebatuan sungai, dr. Kanaya pun sudah membersihkan lukanya dan mengolesi krim luka agar lekas sembuh dan tidak berbekas. "Ayo kita makan dulu hmm,---... " "Aleandra Amora Felix panggil saja Alea" jawab Alea sambil tersenyum "saya Dokter Kanaya Az-Zahra Panggil aja Naya, sepertinya kita seumuran ya?" kata Dokter Kanaya sambil tersenyum dan mendorong Alea untuk ikut masuk ke dapur "kebetulan tadi saya masak banyak jadi bisa untuk kita makan bersama." "terimakasih" ucap Alea penuh haru "santai aja Lea" ucap Kanaya mengedip sebelah matanya, Kanaya memang orang yang humble dan mudah bergaul, jadi siapapun yang dekat dengan nya akan cepat merasa nyaman. Kini keduanya tengah duduk di ruang tamu sambil menikmati teh hangat buatan Kanaya untuk menghalau rasa dingin yang serasa menggigit kulit, tinggal di kaki gunung, tentu saja cuaca dingin seperti ini sudah tidak asing lagi. "Terimakasih ya Dokter sudah menolong kami, maaf jadi merepotkan," " ga masalah Lea kita kan memang harus saling tolong menolong, sekarang saya menolong kamu bisa jadi suatu saat saya yang butuh pertolongan dari kamu iya kan?" jawab Kanaya sambil memakan cemilan yang tersedia di atas meja. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu dan saudara kembarmu ?" " kami ada sedikit masalah dengan bos Maximus" jawab Alea sendu "si bandot tua Max ingin menikahi kami berdua" "astaghfirullah ko bisa sih ada orang seperti itu...."seru Kanaya kesal "ya begitulah dokter.., o ya Dokter Naya,,," "panggil Naya aja Lea biar kita lebih akrab..." " okeh Naya kapan kira kira ka Lexa bisa sadar?" "hmmm mungkin sekitar tiga puluh menit lagi di lihat dari dosis obat bius yang saya berikan Lea," "katanya pengen lebih akrab tapi ngomongnya masih formal pake saya saya segala" ucap Alea sambil mencebikan bibirnya dan Kanaya pun hanya tertawa karenanya, " iya ya okeh gimana kalau Lo gue biar berasa kaya anak ABG hehehe,, " "wokeh" sahut Alea singkat... "Lea sini Kakak lo udah sadar," Kanaya memanggil Alea untuk masuk ke ruangan prakteknya, dengan hampir setengah berlari Alea menghampiri kakak kembarnya itu, "Gimana keadaan Lo ka, apa udah lebih baik?? " Alexa pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya,, "kita ada dimana?" tanya Alexa sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, "syukurlah kita masih selamat ka, kita ada di klinik Dokter Kanaya, dia yang nolongin kita kemaren," Dokter Kanaya tersenyum sambil memeriksa luka tembak di bagian bahu Alexa " oke semuanya bagus tinggal masa pemulihan jangan terlalu banyak gerak dulu ya Lexa biar lukanya lekas sembuh" Alexa pun menganggukan kepala tanda mengerti. "ya sudah kakak istirahat lagi ya biar cepat pulih dan badan kita besok bisa lebih segar", Alexa pun hanya menganggukkan kepalanya. Pagi pagi Alexa sudah duduk di teras rumah tempat tinggal Dokter Kanaya di temani dengan Alea dan Kanaya sendiri di sampingnya, syukurlah luka Alexa sembuh lebih cepat sehingga sudah bisa keluar rumah. Mereka sarapan sambil memperhatikan orang orang sekitar yang berlalu lalang di depan rumah membuat Alexa penasaran dengan Dokter Kanaya. "Dokter,, " Alexa memanggil Kanaya dengan suara lemahnya "panggil Naya aja Lexa biar lebih akrab hehe" " okeh hmm apa Lo asli orang sini?" Alexa yang penasaranpun bertanya pada Kanaya melihat dari paras nya Kanaya yang berbeda dengan kebanyakan warga penduduk sini ,, Kanaya menggeleng kepalanya " gue asli Bandung, umi gue asli Sunda sedang Abi gue keturunan Arab" "owhhhh" Alexa dan Alea pun mengangguk anggukan kepalanya " gue disini lagi tugas magang selama satu tahun, sebenarnya gue ini Dokter anak tapi namanya di pedalaman begini jadi multifungsi ga cuma anak anak doank yang gue tangani hehe " jawab Kanaya dengan senyum lebarnya " tugas gue tinggal sebulan lagi disini habis itu gue balik ke Bandung," ada rasa sedih di hati Kanaya biar bagaimanapun selama setaun mengabdi disini ada banyak kenangan yang sulit di lupakan tapi ya namanya tugasnya sudah selesai mau ga mau dia harus balik lagi ke Bandung tempat habitat awalnya. Mereka melanjutkan sarapan pagi di teras sambil memandang hamparan sawah yang ada di depan rumah yang selama ini di tinggali oleh Kanaya,, "rasa makanan ini bertambah nikmat dengan di temani kalian, benar kata orang tua dulu makan itu akan lebih nikmat jika di nikmati rame rame ada sensasinya gitu lho hehe.." kelakar Kanaya dan membuat si kembar tertawa riang. Tak lama berselang ada seorang ibu datang menghampiri " Dokter tolong anak saya dia tiba tiba demam,,," "baik Bu, ayo kita lihat anak ibu, Lea Lexa gue tinggal dulu ya" Alea dan Alexa pun menganggukan kepalanya sambil berjalan ke belakang menuju dapur untuk mencuci bekas makan mereka bertiga dan membereskannya.... "ka Lexa apa ga sebaiknya kita balik ke rumah untuk mengambil barang barang berharga, termasuk ATM dan ponsel khusus punya kita?" tanya Alea,, "ga bisa Lea si bandot tua itu pasti sudah mengintai rumah kita,, " "hahhhh...----" Alea pun hanya bisa menarik nafas panjang guna meredakan sesak di dadanya" kehidupan gue seolah jungkir balik gara gara kelakuan si bandot tua ga tau diri itu," "semoga suatu saat kita bisa membalas perlakuan dia sama keluarga kita" gumam Alexa sambil mengepalkan tangannya.. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "masak apa Bun?" tanya Bayu sambil menghampiri bunda Yasmin di ruang makan "makanan kesukaan kamu" jawab bunda Yasmin santai "hmmm bunda memang terbaik" Bayu memeluk bundanya dengan manja. "Badan udah Segede gaban aja kelakuan masih kaya anak TK manja manja sama bunda" ketus ayahnya yang cemburu melihat Bunda Yasmine di peluk peluk anak lelakinya, ayahnya ini memang posesif orangnya bahkan anak sendiri aja di cemburuin,, bucin sekali bukan!!! "ah elah yah Bayu kan cuma pengen peluk bunda masa ga boleh," Bayu pun menjawab sambil mendudukan dirinya di kursi makan. "makanya nikah sana biar ada yang bisa kamu peluk peluk tiap hari, Bunda itu cuma ayah yang boleh peluk,,," hmmm serangan belum selesai pemirsah, hahahaaa... ayahnya yang masih ga terima masih saja mengeluarkan ceramah ceramah eksklusifnya, "astaghfirullah punya ayah cemburuan begini amat ya" Bunda Yasmin yang sudah terbiasa mendengar perdebatan antara ayah dan anak itu hanya geleng geleng kepala saja, "ayah mau makan apa biar bunda ambilkan" trik pengalihan isu supaya suami nya ini tidak mendebat anaknya lagi. "Bun nanti pulang kerja Bayu mampir ke cafe nya Dewa dulu ya Bun, udah lama ga ketemu sehabis liburan kemaren" Bayu ini meski sekarang usianya sudah menginjak dua puluh delapan tahun tetap saja kalau mau bepergian di luar kerjaan akan ijin Bundanya dulu, dia di ajarkan seberapapun usianya sekarang dia tetaplah anak bundanya, bunda Yasmin akan sangat khawatir jika Bayu tidak memberi kabar. "iya kamu hati hati jangan pulang terlalu larut malam,," " iya Bun " sahut Bayu singkat..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD