14-Sama-Sama Player?

798 Words

"Emm... Soal ciuman itu, ya?" Brizan membenarkan posisi duduknya lantas mengusap puncak kepala Rachel. "Gue kasihan adik kecil pengen ciuman. Ya udah, gue cium." Wajah Rachel seketika memerah padam. Dia sudah seharian penasaran mengapa Brizan menciumnya, justru yang didapat hanya bercandaan. "Lo ya!" Rachel menjauhkan tangan Brizan yang masih berada di atas kepala. Setelah itu mencubit lengannya. "Aaaaa. Sakit!" Brizan bergerak menghindari cubitan maut itu. "Lo demen banget ya nyakitin gue?" "Rasain!" Rachel duduk menghadap depan sambil melipat kedua tangan di depan d**a. "Lo selalu jailin. Kak Birzy nggak pernah kayak gitu. Gue rasa Kak Birzy lebih baik dan pengertian daripada lo." Satu alis Brizan tertarik ke atas, melirik Rachel dengan wajah tidak percaya. "Lo bilang Birzy perhatian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD