Bab: 24

1389 Words

Pagi itu rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Jarum jam hampir menunjuk pukul sembilan ketika suara pintu utama terbuka pelan. Brielle melangkah masuk dengan langkah ringan, wajahnya tampak segar meski semalaman ia tidak benar-benar beristirahat dengan tenang. Matanya sempat menyapu ruang utama, memastikan keadaan rumah, sebelum akhirnya kakinya bergerak menuju paviliun di belakang. Di dalam paviliun, Lilian sedang duduk di sofa, ponselnya berada di genggaman, namun pikirannya jelas tidak benar-benar fokus. Ia tampak lebih banyak melamun daripada memperhatikan layar. Begitu mendengar suara langkah mendekat, tubuhnya langsung menegang. Saat sosok Brielle muncul di ambang pintu, Lilian tersentak, jantungnya berdegup cepat. “Astaga … jangan-jangan nyonya Brielle akan marah besar padaku …

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD