Part 18

1089 Words

"Mau kemana?" Langkahku terhenti saat suara Adio masuk ke dalam pendengaranku. Aku memerhatikannya yang sedang duduk di sofa dengan kacamata membingkai matanya kemudian buku di tangannya. "Mau ketemu Fathan. Gak lama kok," kataku. Adio terlihat berpikir begitu lama yang membuatku menunggu. Sepulang kuliah tadi rencanaku menunggu Fathan gagal karena Adio memaksa aku harus pulang bersamanya. Lalu jadilah kami janjian saat sore di Cafe dekat apartemen Adio. "Besok kamu bisa ketemu Fathan di kampus. Ini sudah jam 5 sebentar lagi magrib." "Cuman sebentar doang. Lagian gak jauh kok. Jalan kaki lima menit sampe." "Besok bisa. Tolong nurut sama saya." Aku menatap Adio heran sekaligus kesal. Sedangkan yang ditatap kembali fokus pada bukunya. Adio benar-benar berbeda. Dia super duper menyebalk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD