Part 11

976 Words

Pada setiap daun yang jatuh, juga perasaanku. Kita mempunyai persamaan. Bersama angin, kita melayang. Kemudian terhempaskan begitu saja di tanah.  -Rasa yang Jatuh- Rasanya bibirku mengering karena terus tersenyum sejak tadi. Tepatnya sejak Teh Tika menarikku paksa untuk duduk di sampingnya. Mendengarkan ocehannya tentang jurusan kami yang tak begitu ku mengerti. Andai saja dia tahu, laki-laki yang tengah menatap tajam ke arahku kini, aku ingin memeluknya. Tidak. Maksudku, ingin pergi dari pandangannya. "Ternyata gosip itu benar ya?" Menatap Teh Tika karena pertanyaannya yang membuatku penasaran, aku bertanya, "Gosip apa teh?"  "Kamu pacaran sama anak teknik." kemudian Teh Tika melirik Fathan yang duduk di depanku menggoda. "Gosip apaan itu," elakku. "Ngaku aja. Udah ke tangkap basah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD