Pada setiap pelangi yang setia menunggu hujan reda untuk menjadi indah. Pada diriku yang ingin menjadi seperti itu. ... "Apa melotot-melotot? Itu mata minta dicolok?!" Adalah hal yang biasa aku dengar sejak aku memutuskan untuk berteman baik dengan Raline dan Shabia. Itu ada teriakan dari Raline pada Taqi yang notabenenya adalah saudara kembarnya Shabia dan sudah pasti sering berada di sekitar Raline mengingat betapa sayangnya dia pada kembarannya itu. "Emang kenapa kalo gue melotot-melotot? Gak suka? Takut naksir?" kini aku sudah seperti menonton adegan sinetron di mana sepasang suami istri yang sedang bertengkar. "Cih, naksir? Lo gak melotot-melotot aja udah jelek apalagi melotot? Mirip suaminya Valak!" "Berarti suami Lo dong? Lo kan valak?" lalu adegan selanjutnya yang ku lihat

