Saat Aldan keluar dari bandara, Zafra sudah menunggunya. Lambaian tangan sang bos mengarah pada Aldan dan saat Alda sadar segera berlari menuju ke atasannya itu. “Huf. Kadang aku bingung! Entah yang mana bos, entah yang mana pengawal.” Zafran hanya bergurau. Aldan tidak ambil pusing. Ia masuk ke dalam mobil lalu menoleh pada Zafran yang masih berada di luar. “Buruan. Nyetir!” Segera memaksa Zafran untuk masuk ke dalam mobil. Zafran menghela napas lalu mengangguk. “Sepertinya, aku yang pengawal.” Perjalan keduanya berhenti di depan klinik Natasya. Aldan segera keluar dan kemudian melirik Zafran. “Thank’s, Bos.” Lalu berlari ke dalam. “Gak jenguk, Orion?” teriak Zafran. Aldan melambaikan tangannya. “Gak!” Bagi Aldan, lebih penting saat ini adalah Zee dari pada yang lain. Ia tidak

