*Jakarta, Saat Aldan di Singapura* Natasya merenggangkan otot-ototnya yang kaku lantaran berjam-jam tidur dalam posisi duduk di sofa. Niatnya, ia ingin tidur di kamar, tapi melihat Zee yang masih tertidur di ranjang pasien sejak Aldan menitipkannya pagi buta hingga sekarang kini, perempuan cantik itu belum juga bangun sehingga Natasya memilih menekukkan lututnya di sofa yang tidak terlalu lebar. “Ah!” Natasya tersenyum setelahnya dan mulai menapakkan kakinya di lantai sekaligus di atas sandal jepit warna biru tua miliknya. “Jam berapa sih ini?” tanya Natasya pada dirinya sendiri lantas kemudian ia berjalan menuju meja kerjanya untuk mengambil minum. Ting Natasya menatap ponselnya yang ada di atas meja. Ia memilih meneguk air minumnya sampai tandas dari pada membuka pesan yang masuk

