KLG - 11 (CERITA MASA LALU)

1221 Words
Ayuna menatap sosok itu. Masih dengan wajah yang sama, senyum yang sama, dan.... Ya, Ayuna masih dengan perasaan yang sama. "Hay Ka...." ucap Ayuna canggung. Sadam segera mengambil kesempatan karena melihat lawannya sudah bertahta di hati Ayuna sejak lama. Segera ia peluk pinggang Ayuna posesif, membuat Ayuna melirik dan melotot kepadanya. "Oh, sorry...." ucap Arka takut Sadam salah sangka. "Mantan Ayuna?" tanya Sadam. "Bukan, bukan" ucap Arka cepat, "Gue kira lo susah move on dari gue Yun" Arka mengalihkan pandangannya kepada Ayuna. "Ngapain dia nungguin lo lama-lama. Mau sampai lebaran monyet?" tanya Dea sinis. "Ya kalau masih belum move on, sabi lah kita ulang pdkt kita waktu SMA. By the way, lo sekarang cantik banget Yun" ucap Arka dengan wajah sombongnya. "Ya iyalah cantik, orang udah nemu cowok yang tepat" celetuk Dea lagi, yang langsung diperingatkan Valdo dengan usapan pelan ditangan kiri Dea. "Nanti kalau putus call gue yah Ayuna" ucap Arka lalu berlalu dari sana. "Ihhhhh! Cowok sombong sok ganteng! Awas yah lo Na, sampai ganjen ngechat dia duluan! Benci banget gue cowok kayak gitu harus dimusnahkan!!!" Dea kesal sekali melihat tingkah Arka yang terlalu sombong. Ayuna hanya bisa membeku disana. Masih terpaku dengan pesona Arka, sampai-sampai ia lupa Sadam mengeratkan pelukan di pinggang Ayuna. Sadam tahu raut wajah Ayuna berubah sejak Arka tadi datang kesini. Sadam tahu, Ayuna masih mencintai lelaki itu. Dan itu.... Melukai hatinya. "Dia bukan cowok baik-baik" ucap Sadam tepat ditelinga Ayuna membuat Ayuna segera tersadar. "Bukan urusan lo" ucap Ayuna segera melepas paksa pegangan Sadam. Tapi bukan Sadam namanya, ia tetap mempertahankan posisinya sehingga Ayuna kesusahan dan masih dalam posisi Sadam memeluk erat pinggangnya dengan tangan sebelahnya. "Lepasin!" ucap Ayuna mulai kesal dengan Sadam. "Enggak" ucap Sadam. "Jangan gini, gue gak suka Bang" ucap Ayuna cukup nyaring. Sadam segera melepas pegangan tangannya. "Terimakasih" ucap Ayuna segera berlalu dari sana. "Kenapa di lepas coba Bang?" tanya Dea, "Susul gih". "Dia gak suka gue kayak gitu" ucap Sadam. "Ya udah, kamu aja yang susul, sayang" ucap Valdo, mengusap bahu Dea. "Ya udah deh, aku tinggal dulu yah kalian" ucap Dea segera mengejar Ayuna. Sadam hanya bisa menghela napas, berharap Ayuna tidak marah besar kepadanya. "Santai Bang, Ayuna gak bakalan lama kok marahnya, dari dulu juga dia kayak gitu. Ayuna cewek baik-baik kok" ucap Valdo. "Boleh gue tahu, masa lalu Ayuna sama kalian?" tanya Sadam. "Boleh Bang, yok kita duduk dulu, pegel Bang kalau berdiri terus" ucap Valdo segera mempersilakan Sadam dan dirinya duduk bersisian. "Jadi gini Bang...." cerita Valdo mengalir lancar dari mulutnya, Sadam sesekali mengangguk, dan sesekali juga menghela napas. Sadam tahu, Ayuna pasti sakit hati dengan hinaan teman-temannya dulu, tapi Sadam bangga, karena Ayuna berani datang dan berkumpul dengan beberapa orang yang dulu membully nya. Sadam yakin sekali, berat sekali untuk Ayuna benar-benar kembali baik-baik saja jika bertemu mereka. Dan Sadam harus akui juga, hati Ayuna besar dan baik sekali. Ia tidak dendam dengan temannya yang membully-nya. "Gue tahu Bang, lo gak sekedar nemenin dengan status Abang ke Adek yah kesini" ucap Valdo, "Lo sayang sama Ayuna kan? Sama kayak perasaan gue ke Dea". "Lo udah tahu ngapain nanya lagi Bro" ucap Sadam terkekeh, dari kejauhan, bisa dilihatnya Dea menggeret Ayuna yang masih kekeuh tak ingin kembali berhadapan dengannya. "Gue cuma mau dengar dari lo aja. Susah banget buat ngaku-in ke orang yang kita suka soalnya. Gue aja butuh bertahun-tahun buat bicara sama Dea" ucap Valdo. "Gue belum bisa ngomong sama Ayuna" ucap Sadam. "Udah deh De, gue mau disana dulu...." ucap Ayuna tedengat badmood. "Jangan kayak anak kecil deh Na! Lo disini aja, ada Bang Sadam yang jagain lo" ucap Dea. "Gue gak minta Bang Sadam jagain gue, gue udah besar De, lagian lo kan yang Adeknya Bang Sadam. Kenapa harus gue yang dijagain? Karena gue kurang kasih sayang? Gitu maksud lo?". "Udah deh Na, jangan berpikiran yang aneh-aneh!" ucap Dea tersulut emosinya. "Gue bisa sendiri. Silahkan lo balik sama Bang Sadam, gue bisa balik sendiri!" ucap Ayuna hendak berlalu dari sana. "Biar gue yang balik De, Ay lo disini aja sama Dea sama Valdo" ucap Sadam segera berdiri. "Yaudah, balik gih! Gue gak mau ngerepotin lo melulu" ucap Ayuna. "Yaudah, gak usah marah. Gue tunggu diluar. Gak enak gue jemput lo, tapi enggak ngantar balik" ucap Sadam dengan nada datar, jujur ia kecewa dengan ucapan Ayuna. "Lo balik aja Bang, gue bisa balik sendiri. Gue...." ucapan Ayuna segera Sadam potong. "Gue gak ganggu lo di sini, jadi dengerin gue please. Gue tunggu di mobil sampai acara selesai" ucap Sadam segera berlalu dari sana. "Jahat banget lo Na, Abang gue sampai kayak gitu, bela-belain dia gak keluar sama temen kerjanya buat nemenin lo, tapi? Lo malah kasar sama dia" ucap Dea tak terima dengan sikap Ayuna. Dea segera menarik lengan Valdo untuk menjauh dari Ayuna, ia memilih berkumpul dengan yang lain, membuat Ayuna sendirian. "Sendirian aja, kenapa gak sama Dea? Tunangan lo mana?" tanya Arka. "Di luar" ucap Ayuna singkat. "Lo beneran udah tunangan Yun?" tanya Arka. "Seperti yang lo lihat" ucap Ayuna. "Tunangan lo marah? Sorry yah, gue gak bermaksud...." ucap Arka. "Honey, ini siapa?" tanya seorang perempuan menghampiri Arka dan segera bergelayut manja di pelukan Arka. "Ini teman aku dari SMP sayang. Yun, ini Rara, tunangan gue" ucap Arka. 'Sialan! Udah tunangan, sok-sokan muji gue lagi di depan Bang Sadam mau bikin gue salah paham sama Bang Sadam aja nih cowok buaya! Tunggu pembalasan gue lo Arka!' batin Ayuna. "Ayuna" sapa Ayuna berusaha selembut mungkin. "Rara" ucap Rara singkat. Tak ada jabatan tangan antara Ayuna dan Rara, cukup seperti itu saja. Ayuna tak ingin sok kenal dengan Rara ini. Gak penting!. "Gue kesana yah Yun, have fun sama acaranya" ucap Arka lalu bersama Rara berlalu dari sana. Ayuna segera berjalan keluar gedung untuk menghampiri Sadam. Ayuna keterlaluan, dan ia harus minta maaf dengan Sadam. Dilihatnya Sadam sedang bersandar dengan tangan bersedekap di d**a bersandar di mobil, membelakangi Ayuna. Suara heels Ayuna membuat Sadam segera sadar ada seseorang dibelakangnya, ia segera menoleh dan tersenyum manis. Lelaki itu tidak marah padanya. Dan tetap tersenyum meski tadi Ayuna menyakiti perasaannya. "Perasaan acaranya belum selesai Ay?" tanya Sadam. Ayuna segera menghampiri Sadam, dan refleks, memeluk tubuh lelaki itu. "Maaf yah Bang, gue nyakitin lo" ucap Ayuna merasa bersalah. "It's ok Ay, gue gak ngerti" ucap Sadam. "Lo habis olahraga Bang? Jantung lo dag dig dug banget" tanya Ayuna. "Iya, sorry Ay" Sadam segera melepas pelukan Ayuna, "Jangan sering-sering kayak gini, bisa jantungan gue". "Sama gue aja lo kayak gini, apalagi sama cewek yang lo taksir itu Bang! Cupu lo" ucap Ayuna tertawa kencang. "Mungkin jantung gue jatoh ke lantai" canda Sadam. "Emang bisa gitu?". "Bisa, kalau lo mau coba" ucap Sadam. "Beneran?". "Beneran, lo mau jadi pacar gue?". "Gila lo!" ucap Ayuna. "Soalnya kalau mau lihat jantung jatuh ke lantai lo jadi pacar gue" ucap Sadam. "Enggak ah, nanti lo mati lagi" ucap Ayuna. "Gak papa, kan lo mau lihat jantung gue jatuh" ucap Sadam. "Enggak Bang, thanks. Gue masih mau lo disini sama gue, dan gue repotin lo" ucap Ayuna. "My pleasure, gue selalu siap lo repotin. Karena gue seneng lo selalu perlu gue" ucap Sadam segera meraih tubuh Ayuna untuk di peluknya tanpa perlu izin dari Ayuna. Biarkan, begini sebentar, untuk hari ini, Sadam bersyukur.... Ayuna marah dan meminta maaf, bonusnya dapat pelukan dari Ayuna, gadis yang ia cintai, sangat sangat Sadam cintai. ~BERSAMBUNG~
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD