Berkah yang bisa diambil setelah Rahmadji Bratasusena tidak lagi melarang sang cucu berhubungan dengan putra kedua dari keluarga Wishaka, Adjie Byantara yang selama ini selalu ditolak kehadirannya, adalah akrabnya hubungan dua anak manusia itu melebihi yang sudah-sudah. Meskipun saat jadwal apel tiba, hal yang terjadi tidak jauh beda dengan masa-masa dimana Ramanda Dio Sujarwo mampir. Adjie sama sekali tidak pernah mempermasalahkan kedatangan nyamuk-nyamuk yang mengganggu kemesraannya bersama tuan putri dari keluarga Bratasusena itu. Kedatangan para perusuh dalam bentuk Adam, atau sang kakek, bahkan sesekali Syamsul Bachtiar, tidak membuat Adjie risih sama sekali. Dia bahkan kerap mengajak Adam bermain game, menemani Rahmadji main catur, atau bahkan membahas kasus kejahatan bersama Syamsul

