Ketika sekretaris pengacara Syamsul Bahtiar membuka pintu ruangan atasannya dan mempersilahkan Kirana dan Adam untuk masuk, sang pengacara tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut sekaligus lega saat melihat dua saudara itu berjalan dengan pelan ke dalam ruangannya. "Ina, Adam? Kalian nggak apa-apa? Ya ampun. Om keliling Jakarta setiap hari demi nyari kalian." Katanya sambil menyongsong Kirana dan Adam yang menatapnya sambil tersenyum. "Kakek apa kabar, Om?" Tanya Kirana saat pria paruh baya itu mendekat dan menepuk bahu Adam penuh kelegaan. "Kakek kalian baru siuman beberapa hari yang lalu. Kami belum bisa kasih tahu kalau kalian menghilang, takut kondisinya masih belum stabil. Tapi setiap ada kesempatan, selalu kalian yang menjadi pertanyaannya." Kirana tidak bisa menghentikan matanya

