"Kau terlihat tidak b*******h Zion. Ada apa ?" Bboby bertanya selagi tangannya menaruh secangkir kopi hangat. Adiknya tiba-tiba bertamu sehari setelah resepsi pernikahannya digelar. Sebenarnya dia senang, meski pemuda itu terlambat tapi yang jadi masalah pemuda itu datang dengan muka tertekuk. Seperti ada badai yang menerpanya. Firasatnya memprediksi tentang kedatangan 'gadis itu'. Tapi dia tidak berhak mencampuri urusan adiknya, toh sudah lima tahun dan pria muda itu sudah menjadi ayah terlebih dulu. "Kurasa aku masih mencintainya." Kali ini Bboby tersedak napasnya sendiri. Dia getir sendiri, apalagi meski pernyataan Zion terdengar ambigu Bboby paham betul arah pembicaraannya. "Sudah lima tahun dan kau masih mencintainya ?" "Kurasa begitu." Bboby memijat pangkal hidungnya. Ya, bagai

