2. Pasar Malam

1501 Words
Byzard : Apa yang lagi lo rencanain sampah dunia? Byzard : Lo dimana itu? Sejak kapan lo bisa pergi tanpa gue? Byzard : Pdhl tadi lo baru pingsan, skarang kelayapan. Sengaja bngt cari perhatian gue Byzard : Gue di rumah lo. Lo dimana anjeng? Kelayapan? Sama siapa? Cowok? Bales setan jangan di read. Byzard : Lo gak pernah punya temen cewek. Gue yakin lo sama cowok kan. Byzard : Siapa cowoknya? Gue buat babak belur oke. Puluhan pesan dari Lizard seakan mengganggu. Zourist yang sedang menikmati pop mie-nya langsung mematikan data handphonenya. Malam Minggu sekarang ia memang pergi sendirian. Tidak menuju mall melainkan pasar malam rekomendasi siswa kelas di grup w******p nya. Kata mereka Pasar malam itu lebih indah. Mungkin Lizard memang heran padanya. Biasanya Zourist itu tidak pernah pergi keluar jika tidak bersamanya. Sudah membeli pop mie di salah satu lapak kini gadis itu menuju gerobok tukang permen kapas. Tukang perman kapas adalah kakek yang sudah rentan. Pria paruh baya itu terlihat sedih karena hanya lapaknya yang sepi. "Hai Kek saya borong dong permennya." "Yang bener cu?" "Iya kek." "Mari tunggu sebentar yah Cu." Zourist mengangguk dengan senyuman. Beberapa menit si kakek sudah menyiapkan pesananya. Sebuah permen kapas dalam kresek besar ia terima. Zourist memberikan uang cash 1 juta. "Cu, kebanyakan." "Tidak apa, itu rezeki kakek." Zourist tersenyum. Jika di kehidupan lalu ia serakah dan hanya pamer harta kekayaan. Maka sekarang ia akan belajar berbagi dan berbuat baik supaya kelak ia bisa mati dengan layak. "Terima kasih yah Cu. Semoga rezekinya semakin berlimpah." Zourist mengangguk dan mengucapkan terima kasih kembali. Gadis itu berjalan saat menukan anak kecil. Ia menawarkan permen itu. "Ambil satu gratis untuk kalian." Permen kapas habis banyak yang mengambilnya dan mengucapkan terima kasih. Zourist senang, ternyata begini rasanya berbagi. "Permisi Pak tiket untuk menaiki kora-kora. Tiga saja," ujar Zourist menuju rumah mini tempat pembelian tiket. Si penjaga mengangguk memberikan tiket dan ia menukarnya dengan uang. Zourist berjalan menuju wahana permainan itu. Ia memberikan tiga sekaligus. Ia mengatakan ingin menaiki tiga ronde setara dengan tiket yang diberikan. Jika kalian bertanya Kora-kora itu apa? Jawabannya adalah sebuah jenis wahana permainan yang berdasarkan pada kapal pembajak, yang terdiri dari sebuah gondola berbangku terbuka yang berayun ke depan-belakang. Gadis berjalan dan mengambil posisi duduk dibelang. Ia memegang sebuah besi di depannya yang bertugas untuk menahan tubuhnya. Beberapa saat banyak yang menaiki. Kora-kora sudah terisi penuh. Akhirnya permainan pun dimulai. Pertamanya pelan, berlanjut pada gerakan sedang dan beberapa saat kencang. "WAAA TARIK MANG SEMONGKO!" Teriak Zourist paling dahsyat diantara yang lain. Apalagi ia duduk paling belakang. Sangat ekstrim sekali. "OMOO GUE TERBANG ARGH!" Racauan gadis itu membuat beberapa penghuni Pasar malam menatapnya dari bawah. Termasuk anggota inti Starkers yang berjumlah 6 orang tanpa Lizard. Mereka tak lain adalah Lorenzo sebagai ketua. Lalu intinya ada Baskara, Fredika, Zaidan, Kenneth dan Sadewa. Keenam lelaki tampan itu kaget melihat Zourist sedang asik menaiki kora-kora dengan heboh. "Gila itu ceweknya si Lizard. Lo videoin Zai." Seru Fredika heboh sendiri. "Oh iya bener buat di sebar di Mading." Balas Zaidan. Bahkan gadis itu tak tahu malu berteriak di depan umum, "GAK JADI MATI HAHAHA. GUE SAYANG NYAWA. GUE CINTA ORANG TUA." Anggota inti Starkers melongo menatap Zourist yang tak sadar akan kehadirannya. Sampai Baskara mengetik pesan untuk Lizard. Baskara : Calon lo ada di pasar malam Lizard : Oh, iya thanks infonya Bas *** Setelah menaiki kora-kora, tampilan Zourist layak gembel. Rambutnya acak-acakan, bibirnya pucat bahkan ia mual sekarang Astaga. Huft. Zourist membuang nafasnya ia berjongkok dibawah gerobak kosong lalu memuntahkan cairan bening. Zourist berdiri dengan kelimbungan. Ia mengedarkan pandangannya sampai matanya tak sengaja menemukan sebuah lapak yang dibangun dari tenda dan hanya bermodalkan dua kursi dan satu meja. Karena penasaran gadis itu mendekat. Ia melihat tulisan besar diatas tenda, Paranomal Abnormal Sepanjang Masa • "Selamat malam silahkan duduk, anda mau konsultasikan! Mari duduk. Mumpung lapak tidak mengantri." Ujar seorang wanita berpakaian putih. Zourist yang merasa masih mual ingin pingsan akhirnya duduk. Sepertinya ia butuh menetralkan nafasnya yang memburu. "Panggil saja saya madam bule. Silahkan ulurkan tangan anda!" Zourist mengulurkan tangannya. Madam Bule memejamkan matanya dan berkomat-kamit. Zourist ngeri sendiri apakah ini dukun masa kini? "Aura kamu hitam bercampur merah." Glek! Zourist menelan ludahnya kaku. Ia melotot kesal, "Yang bener aja dong Bu? Masa aura gue sejelek itu." "Warna hitam menandakan aura negatif. Yang berarti kamu punya perasaan emosi yang menggebu seperti khawatir, ketakutan dan sebuah psikis buruk lainnya. Sedangkan Warna merah merupakan warna utama yang menggambarkan emosi yang kuat seperti kemarahan, cinta, dan kebanggaan serta menandakan bertindak agresif atau menunjukkan kekuatan pribadi." Zourist terdiam mencerna. Astaga seburuk itu dirinya. "Nama kamu?" Madam bule bertanya. "Zou-" "Zourist Lyara Pradigta," sela Madam Bule membuat Zourist menganga lagi. Wanita paranormal itu terkikik pelan. "Aura seseorang bisa berubah. Tergantung kamu sendiri. Jika setiap hari kamu berubah bersikap lebih positif maka aura kamu akan berubah." "Kamu ini tipe perempuan yang ambius, obsesi, manja, ingin menang sendiri, angkuh, berkuasa, sadis dan egois." Desis Madam Bule dengan tatapan menakutkan. "Coba ambil salah satu kartu." Setelah mengocok kartu Madam memberikan pilihan. Zourist mengambil salah satunya lalu Madam membukanya. "Gambar disini menunjukan bahwa kamu bisa merubah masa depan. Semua sikap yang saya sebutkan tadi bisa hilang dengan perlahan. Kamu akan berubah jadi seseorang enerjik hanya saja kamu tidak bisa menyangkal jika suatu hal yang ingin kamu hindari tetap akan menjadi bagian utama dari hidup kamu." Zourist merinding sendiri. Madam bule menggebrak meja dan menatapnya melotot, "Kamu lahir di tangan special 5 Mei 2005. Sebuah kelahiran yang sangat indah dan cantik dalam sejarah Astrologi dan Mitologi. Takdir bisa diubah kamu orang pilihan." "5-5 2005 artinya kamu berzodiak Taurus. Berlambang banteng. Jodoh kamu berzodiak Libra." Zourist terdiam membisu. "Libra disekitar mu memang banyak tapi yang saya maksud Libra yang berkaitan dengan sesuatu hal yang pernah kamu alami dan ingin kamu hindari. Dia..., Jodoh kamu." "Takdir bisa berubah. Jika dulu kamu yang penuh ambisi bisa jadi sekarang kamu yang jadi korban obsesi." Glek! Saat Paranormal wanita itu berdiri dan mencondongkan tubuhnya. Zourist semakin merinding. Wanita itu berbisik tepat ditelinganya. Suaranya sangat serak, lirih dan sarat akan misterius. "Kamu diberi kesempatan. Takdir tragis bisa diubah. Kamu manusia pilihan. Manusia pilihan Ingat itu!" *** Hari sudah larut malam, Zourist menelusuri jalanan. Setelah di ramal yang menyeramkan ia langsung bergegas pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tapi dirinya meletakan 500 ribu uang diatas meja. Sebenarnya Zourist cukup merinding dengan ramalan tersebut. Apakah benar ia manusia pilihan? Tapi memang benar dirinya lahir ditanggal ajaib. 5 - 5 - 2005. Zodiaknya memang Taurus. Tapi benarkah jodohnya Libra? "Tapi masa di zaman Modern sekarang gue percaya aja gitu sama Ramalan kaya gitu. Astaga prik banget. No, no gak boleh percaya." Beberapa saat kemudian Zourist kembali diam dengan murung. Jujur dirinya penasaran dengan makna Obsesi dan Ambisi. Zourist tersenyum penuh arti dan mengeluarkan handphone miliknya. "Google perbedaan Ambisi dan Obsesi?" "Walaupun kedua hal tersebut yaitu ambisi dan obsesi sama-sama mempunyai sifat mengingkan akan sesuatu, bayangan akan sesuatu namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar dan sangat bertentangan, ambisi lebih cenderung ke hal-hal yang positif, sedangkan obsesi lebih mengarah kepada hal yang negatif." Untuk lebih jelas Zourist pun membaca perbedaan diantara keduanya. Lima menit mencerna ia paham. Jadi intinya Obsesi adalah keinginan yang sangat besar dan telah menguasai fikiran yang tak dapat dikendalikan dan tidak mempunyai alsan yang jelas di sertai emosi yang meluap-luap. Sedangkan Ambisi adalah tujuan atau rencana untuk mendapatkan sesuatu dengan bekerja keras pantang menyerah. TIINNN! Suara klakson mobil membuat Zourist terlonjak kaget. Handphone hampir ia lempar. Astaga siapa itu? Bagaimana kalau ia mati muda karena serangan jatuh? "Woi biasa aja dong lo. Buta yah, jalanan masih lebar." Seru Zourist kesal. Lalu si pengemudi menurunkan kacanya dan itu ternyata Lizard. Gadis itu sontak membelalak. "Bagus belajar kelayapan lo. Sekarang masuk kedalam mobil. Bisa banget lo buat khawatir semua orang!" Zourist hanya bisa diam terpaku. Lizard turun dari mobil lalu menarik tangannya. Jantung gadis itu berdegup kencang, buru-buru ia melepas tangan Lizard. Dan berlari pergi seperti orang yang di kejar setan. Lagi, lagi Zourist menghindarinya ada apa dengan gadis itu? "Zou." Lizard menahan langkah gadis itu, mencengkram tangannya. "Lepasin gue. Gue bisa balik sendiri!" Zourist berontak keras. Ia menjerit kala lelaki itu mengangkat tubuhnya seperti karung besar. Dan memasukannya paksa ke dalam mobil. Zourist menahan decakan dalam bibirnya. Ia meremas jari jemarinya dan membuang pandangannya dari Lizard. Lelaki itu mulai mengemudikan mobilnya. Nafas Zourist masih memburu. Mobil berhenti karena jalanan macet. Tiba-tiba Lizard menyodorkan sebotol aqua baru padanya. Dengan pengertian lelaki itu membukanya. "Minum, gue tahu lo cape." "Gak usah!" Zourist masih membuang mukanya. "Tapi gue gak suka di tolak." "Terus lo mau apa? Mau pemaksaan?" "Lo tinggal milih. Minum dari botol langsung atau dari mulut gue." Zourist langsung merampas botol itu dan meminumnya dengan raut kesal. Setelah selesai ia menyodorkannya pada Lizard tanpa menatap wajahnya. Perlahan Zourist menoleh karena merasa lehernya pegal. Ia kaget lelaki itu meminum air yang tadi ia minum. Bahkan Lizard menjilati botol minum tersebut dengan sebuah seringaian yang terbit. "Kalau tahu semanis ini mungkin dari dulu udah gue cobain."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD