Ryunosuke ragu-ragu untuk menekan bel apartemen Haruka. Ia sudah sepuluh menit berdiri di sana, mondar-mandir seperti orang mencurigakan hingga beberapa penghuni apartemen lainnya menatapnya dengan ekspresi aneh. Ryunosuke tidak berniat seperti itu, tetapi ia juga ragu untuk langsung memanggil Haruka. Ia ingat dengan perkataan Maiko mengenai meminta maaf tidak akan membuatnya tampak rendah. Berlapang d**a menerima kesalahan justru sangat baik dan terpuji. Ryunosuke bukannya tidak terbiasa meminta maaf. Ia juga selalu meminta maaf ketika bersalah sejak dulu. Namun entah mengapa, sekarang ia merasa ragu-ragu seolah bertemu Haruka sama dengan bertemu pejabat negara. Bukannya Haruka tidak pantas menerima maafnya. Ryunosuke pikir ia memang harus meminta maaf. Namun entah mengapa ada banyak kera

