Nina berpamitan pada Damar untuk pergi ke kampus hari itu. Irham telah menyiapkan mobilnya sejak pagi-pagi sekali untuk mengantar Istrinya sebelum ia pergi bekerja. "Ayah jangan lupa minum obat ya, harus nurut sama Mak Atiyah, jangan bikin Mak Atiyah capek. Nanti sore aku masakin makanan kesukaan Ayah setelah pulang dari kampus," janji Nina. Damar tersenyum samar sambil menganggukan kepalanya. Ia sangat senang melihat Nina yang begitu bersemangat. Senyuman di wajah Puterinya terasa sangat menenangkan jika ia melihatnya. "Ayo Dek, Mas antar ke kampus," ajak Irham. Nina pun segera mencium tangan Damar, Irham juga melakukan hal yang sama. "Nina pergi dulu ya Yah. Assalamu'alaikum," pamit Nina. "Wa..., 'ala..., ikum sa..., lam...," jawab Damar. Mak Atiyah segera mendorong kursi roda itu

