Nina mengerejapkan kedua matanya perlahan, rasa pusing menjalar di kepalanya. Ia merasakan kesakitan yang tidak dapat ia ketahui sumbernya. Telinganya berdengung sejak tadi, namun sayup-sayup ia mendengar suara yang berasal dari luar kamar itu. "..., inniii aamangtu birobbikum fasma'uun. Qiiladkhulil-jannah, qoola yaa laita qoumii ya'lamuun. Bimaa ghofaro lii robbii wa ja'alanii minal-mukromiin... ." Ia bangkit perlahan-lahan dan berjalan menuju pintu. Sebuah cahaya yang menyilaukan menusuk pandanganya saat ia membuka pintu tersebut, seseorang meraih tubuhnya dengan cepat sebelum ambruk kembali di lantai. "Astaghfirullah hal 'adzhim!!!" seru beberapa orang yang terdengar oleh pendengaran Nina yang masih berdengung. "Ukhti, kenapa bangun dari tempat tidur? Ukhti masih belum sehat, Ukhti

