Bab 28

1042 Words

Tidak pernah berhenti air mata yang mengalir dari sudut mata Aleana. Semenjak sang ayah dinyatakan meninggal dunia. Hingga sang ayah telah ditutupi gundukan tanah, Aleana masih saja menangis. Hatinya terasa hancur melihat cinta pertamanya telah hilang dan pergi untuk selamanya. Tidak ada lagi sang ayah untuk dipeluk dan ditemui ketika rindu.. "Kamu harus ikhlas. Agar ayah tenang di alam sana." Abraham menuntun Aleana untuk berdiri. Sudah terlalu lama gadis itu memeluk makam sang ayah. Malam juga mulai menjelang dan mereka harus segera pulang. "Aku tidak ingin ayah kesepian," Isak Aleana. Meski ia adalah anak sulung, yang seharusnya menguatkan, tapi justru dirinya yang hancur lebur. Bahkan sempat ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Beruntung Abraham datang dan mencegah Aleana untuk menab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD