"Ayah, masih lama kah disana? Aku rindu Ayah. Aku juga ingin membicarakan sesuatu pada Ayah." Viona melirik Davin yang masih tidur. Ada banyak hal yang mengganjal di hatinya, sejak lima hari yang lalu. Tepatnya saat sang suami pulang dan mengatakan bahwa perusahaannya diambang kebangkrutan. Ingin rasanya Viona membantu dengan menanam saham atau memberikan bantuan dengan atas nama hutang. Tapi Davin menolak karena temannya yang menjadi rekan bisnisnya siap membantu. Dan beberapa hari ini terlihat pria itu pulang larut malam. Makin kesini bukannya membaik, kondisi Davin justru semakin tampak memburuk. Ia sering melamun dan salah tingkah setiap kali Viona ingin memeluknya. Seakan ada hal yang sedang disembunyikan. Entah apa, Viona tidak mengetahui. Yang ia ketahui kini Davin sangat jauh

