bc

Tergoda Cinta Pertama

book_age18+
44
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
HE
friends to lovers
dominant
heir/heiress
sweet
bxg
city
office/work place
like
intro-logo
Blurb

"Kamu siapa? Kenapa di ranjangku?"

Lelaki itu menunduk membuat Valeria semakin terpojok. Tangan besarnya lalu mulai menggenggam tangan Valeria yang terasa hangat. Di situlah muncul sensasi menyengat yang membuat tubuh keduanya berjingkat pelan.

"Mahesa." Kemudian dia menyebutkan namanya. "Namaku Mahesa, Sayang."

"Ma... hesa?" Valera terlihat agak terkejut. Dia memandang lagi laki berwajah tampan dengan tubuh atletis itu. Sosok di depannya benar-benar seperti aktor dengan kharisma kuat. Dia menggeleng, tidak mungkin lelaki seksi itu adalah Mahesa.

Mahesa?

***

Valeria di usia tujuh belas tahun tidak pernah tertarik kepada seorang lelaki yang bernama Mahesa, yang selalu gencar mendekatinya. Setelah sepuluh tahun berlalu, Valeria justru terjebak cinta satu malam dengan lelaki itu usai pesta rekan SMA-nya. Di situlah ada ketertarikan kuat terhadap lelaki yang menurut pandangan Valeria berubah menjadi seksi, bertubuh atletis dengan suara dalam yang membuatnya tenang.

Pertemuan itu, membawa Mahesa ke pertemuan lain dengan Valeria. Pertemuan yang memang dia sengaja. Lelaki itu mendekati sang primadona yang sekarang terlihat takluk dengan pesonanya. Sebuah harapan yang selalu disemogakan sepuluh tahun lalu.

Apakah ini saatnya Mahesa mendapatkan sang cinta pertama? Bagaimana jika Mahesa ada motif lain?

Lalu muncul satu nama, Rose. Wanita yang selalu berada di antara Valeria dan Mahesa. Baik sepuluh tahun yang lalu maupun sekarang.

chap-preview
Free preview
1-Bermalam di Kamar Asing
"Ahh.... Enaknya!" Wanita yang baru membaringkan tubuhnya itu menggumam tertahan. Dia bergerak mencari posisi nyaman, mencoba istirahat saat ada sensasi nyeri menjalar dari telapak kaki. Kedua kakinya lalu bergerak bergantian, mengempaskan stiletto dua belas centi yang sejak dua jam lalu mengukungnya. Setelah itu dia berbaring miring seraya tangannya meraba mencari benda kesayangannya untuk dipeluk. Namun, setelah meraba ke beberapa sisi, dia tidak menemukan benda yang diinginkan. "Siapa yang masuk kamarku?" Sisa kesadaran Valeria mengambil alih. Pasalnya, dia selalu meletakkan guling tepat di samping bantal. Jika berpindah posisi, sudah pasti ada seseorang yang memindahkan. Valeria menyugar rambut panjangnya lantas membuka mata meski enggan. Matanya memicing mendapati lampu bulat berukuran besar dengan pinggiran berwarna putih yang menempel di plafon dan tepat di atasnya. Tidak seperti di kamarnya yang berwarna agak abu-abu karena tertempel debu. Setelah itu matanya bergerak ke samping dan mendapati wajah seseorang yang menunduk ke wajahnya. "Si... siapa?" Pasalnya pandangannya agak buram. Sosok di depan Valeria tidak kunjung menjawab. Wanita itu mengibaskan tangan lalu menggeleng, menganggap itu hanya halusinasi. "Nggak ada yang berani masuk kamarku, tanpa izin!" "Ini bukan kamarmu." Suara berat itu lalu terdengar. Alarm di kepala Valeria mulai menyala. "Ha? Ini kamarku!" jeritnya seraya duduk tegak. Dia mengedarkan pandang dengan mata yang sebenarnya tidak bisa ditahan lagi untuk terjaga. Hal pertama yang dia lihat, ada satu set sofa di sebelah ranjang lalu di dekatnya ada dua pintu balkon yang tertutup rapat. Seingatnya, di kamar tidak ada balkon, hanya jendela besar yang selalu dia kunci. "Udah sadar kalau ini bukan kamarmu?" Bulu kuduk Valeria meremang. Perlahan, dia mengalihkan perhatian ke sosok tak jelas itu. Dia memiringkan kepala sambil mengerjabkan. Kali ini mulai terlihat wajah lelaki bermata elang yang menatapnya tajam. Kulitnya putih, tapi ada semburat merah di bagian pipi. Sementara bibirnya tersungging dan tampak menyebalkan di mata Valeria. "Ngapain aku di sini?" tanyanya terdengar bodoh. Lelaki dengan rambut model undercut itu tersenyum masam. Dia menunduk lalu mencengkeram dagu lancip yang tampak menggoda itu. "Kamu yang minta ke sini." "Nggak mungkin!" Valeria menyentak tangan dingin di dagunya lalu sensasi dingin itu menjalar hingga ke telinga. "Aku harus balik!" Dia beranjak, tapi tubuhnya langsung didorong hingga kembali berbaring terlentang. "Kamu yang merengek minta ditemenin, Val." Lelaki di depan Valeria mulai melepas kancing kemejanya dengan gerakan pelan. Sedangkan pandangannya tetap tertuju ke wanita dengan balutan dress berwarna merah burgundy itu. Valeria menelan ludah melihat apa yang ada di hadapannya. Dia seperti sedang melihat seorang aktor yang sedang syuting iklan dan tengah memamerkan d**a bidangnya. Suhu tubuhnya mendadak memanas, kantuk yang menyiksa perlahan hilang dan alarm di kepalanya telah mati. Matanya terpaku ke sosok indah itu. "Ma... ma...u... nga... ngapa...in?" "Menurutmu?" Lelaki itu menunduk membuat Valeria semakin terpojok. Tangan besarnya lalu mulai menggenggam tangan Valeria yang terasa hangat. Di situlah muncul sensasi menyengat yang membuat tubuh keduanya berjingkat pelan. Valeria menelan ludah. Dia melirik ke tangannya yang dipegang erat oleh tangan berukuran besar. Lantas dia menatap wajah di atasnya. Mata elang itu sekarang terpejam, memperlihatkan tulang dahi yang tegas. Alisnya tebal dan sedikit runcing di bagian ujung memberikan kesan dominan. Kemudian pandangan Valeria tertuju ke hidung dengan ujung yang cukup runcing. Ada pemikiran untuk menggigit hidung itu layaknya menggigit permen, tapi buru-buru dia enyahkan pikiran itu. "Udah inget?" Lelaki itu membuka mata mendengar gerakan kepala Valeria. Dia tersenyum mendapati wajah di depannya itu diam tidak berkutik. "Mahesa." Kemudian dia menyebutkan namanya. "Namaku Mahesa, Sayang." "Ma... he.. sa?" Valera terlihat agak terkejut. Dia memandang lagi laki berwajah tampan dengan tubuh atletis itu. Sosok di depannya benar-benar seperti aktor dengan kharisma kuat. Dia menggeleng, tidak mungkin lelaki seksi itu adalah Mahesa. Mahesa?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook