Bab 23 – Wanita Di Balik Masker

1267 Words

Pintu jati ruang kerja Raja tertutup dengan dentuman halus yang memutus kebisingan dari luar. Di dalam ruangan luas yang beraroma kayu cendana dan kulit itu, Raja masih menggenggam jemari Kembang. Ia belum melepaskannya, seolah-olah sedang menyalurkan kekuatan agar wanita itu tidak goyah. "Duduklah," suara Raja melembut, kontras dengan ketegasan yang ia tunjukkan di lobi tadi. Kembang baru saja hendak mendaratkan bokongnya di sofa kulit saat pintu diketuk dengan terburu-buru. Sultan masuk dengan wajah yang lebih tegang dari biasanya, diikuti oleh sekretaris senior Raja yang membawa tablet dengan tangan gemetar. "Ja, kamu harus lihat ke bawah." Sultan langsung menyambar tanpa basa-basi. "Bukan cuma satu atau dua wartawan. Hampir semua stasiun TV dan media online sudah pasang barikade d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD